08 July 2020, 14:15 WIB

Tak Ada Transaksi THB di Stasiun Bogor, Cilebut, dan Cikarang


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) kembali mengingatkan bahwa mulai Senin 13 Juli 2020 Stasiun Bogor dan Stasiun Cilebut akan menjadi stasiun khusus Kartu Multi Trip (KMT). Kebijakan tersebut juga berlaku di Stasiun Cikarang

Pada tahap awal, pemberlakuan stasiun KMT di stasiun tersebut akan diberlakukan setiap hari Senin. Namun, tak menutup kemungkinan apabila berdasarkan hasil evaluasi berkala nantinya ketiga stasiun tersebut sudah siap untuk menjadi stasiun khusus KMT, maka akan diberlakukan setiap hari.

"Dengan kebijakan ini, layanan tiket di Stasiun Bogor, Stasiun Cilebut, dan Stasiun Cikarang hanya dapat menerima transaksi dengan menggunakan KMT, kartu uang elektronik bank, maupun tiket dengan kode QR melalui Link Aja," kata VP Corporate Communications PT KCI Anne Purba, Rabu (8/7).

Para pengguna KRL (kereta rel listrik), lanjutnya, yang bertransaksi dengan Tiket Harian Berjaminan (THB) dengan tujuan Stasiun Bogor, Cilebut, atau Cikarang masih dapat keluar dari gate elektronik stasiun.

Baca juga: Harga Rapid Test Rp150 Ribu, Pakar: Jangan Dikomersialisasi

Penumpang yang menggunakan THB Pergi Pulang (PP), ujar Anne, juga masih dapat melakukan perjalanan kembali dari ketiga stasiun tersebut. Namun, di Stasiun Bogor, Stasiun Cilebut, dan Stasiun Cikarang mulai 13 Juli 2020 tidak ada layanan pembelian atau isi ulang THB.

Selama masa PSBB Transisi, PT KCI mencatat ada peningkatan volume pengguna KRL. Pada Senin 6 Juli 2020 misalnya, ada 419.292 pengguna KRL. Angka ini bertambah 6% dibandingkan Senin (29/6) lalu.

Begitu pula di Stasiun Bogor, Stasiun Cilebut, dan Stasiun Cikarang yang volume penggunanya bertambah. Berikut rinciannya:
- Stasiun Bogor, Senin (6/7), 19.452 pengguna. Ada penambahan 9% dibandingkan Senin (29/6).
- Stasiun Cilebut, Senin (6/7), 10.500 pengguna. Ada peningkatan 8% dibandingkan Senin (29/6).
- Stasiun Cikarang, Senin (6/7), 5.413 pengguna. Ada penambahan 10% dibandingkan Senin (29/6).

Dari jumlah pengguna tersebut, pada hari kerja jumlah pengguna KMT, kartu uang elektronik bank, dan tiket kode QR mencapai 65% dari seluruh transaksi di ketiga stasiun.

Sejalan dengan peningkatan volume pengguna KRL secara umum pada masa PSBB transisi ini, jumlah pengguna di ketiga stasiun tersebut juga meningkat. Akibatnya antrean semakin panjang.

Dengan menggunakan KMT atau kartu uang elektronik lainnya, pengguna tidak perlu mengantre dua kali, yaitu antre isi ulang atau membeli THB dan kemudian antre menuju masuk gate elektronik stasiun.

Untuk mengurai antrean ini, KCI tetap akan menyediakan tambahan tiga loket portabel di area parkir Stasiun Bogor, selain loket yang tersedia di hall stasiun. Loket akan melayani pengembalian uang jaminan THB, isi ulang KMT, dan pembelian perdana KMT yang dijual dengan harga Rp30.000 sudah termasuk saldo Rp10.000. KMT juga memiliki masa garansi selama tujuh hari sejak pembelian.

Di Stasiun Bogor tersedia empat unit vending machine KMT. Stasiun Cikarang menyediakan satu unit vending machine KMT yang dapat melayani transaksi isi ulang.

Untuk kemudahan, PT KCI mengingatkan agar pengguna mempersiapkan KMT, kartu elektronik bank maupun tiket kode QR dengan saldo yang cukup, sehingga tidak perlu melakukan isi ulang setiap hari dan terutama pada Senin pagi.

"PT KCI berharap para pengguna KRL yang masih menggunakan THB dapat menyesuaikan dengan kebijakan baru ini. Sebelum berlaku pada 13 Juli, petugas juga akan melakukan sosialisasi secara konsisten mengenai perubahan Stasiun Bogor, Stasiun Cilebut, dan Stasiun Cikarang menjadi stasiun khusus KMT ini yang akan diberlakukan di setiap hari Senin," papar Anne.

Dengan memperbanyak transaksi non tunai, akan mengurangi risiko terpapar covid-19 dari uang yang sangat sering berpindah tangan. (OL-14)

 

BERITA TERKAIT