08 July 2020, 10:48 WIB

Dharmasraya Targetkan 50 Kelompok Tani Tanami Lahan Pekarangan


Yose Hendra | Nusantara

PEMERINTAH Kabupaten Dharmasraya, Sumatra Barat berupaya mengembangkan potensi pekarangan sebagai lahan pertanian, dengan memberdayakan 50 Kelompok Wanita Tani (KWT). Tujuannya, mendukung kemandirian pangan keluarga dalam menghadapi tantangan pelemahan ekonomi akibat pandemi Covid-19, dengan menyediakan anggaran untuk pengadaan bibit sayuran bagi 50 KWT di 11 kecamatan.

"KWT merupakan salah satu lembaga petani yang semua anggotanya adalah para wanita, selaku ibu rumah tangga yang berusaha membantu ekonomi keluarga dengan memanfaatan lahan pekarangan untuk usaha tani," kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Dharmasraya, Darisman di kantor Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Pulau Punjung, Rabu (7/7).

Menurut Darisman, kaum ibu yang bergabung di KWT layak disebut sebagai duta dan ahli pertanian berbasis komoditi sayuran, karena mengusung semangat dan kekuatan luar biasa dari para Kartini pertanian tangguh ini.

"Banyak kreasi dan inovasi yang akan tercipta, apalagi referensi pertanian rumahan sangat mudah didapat. Tak hanya bunga dan tanaman hias, juga sayuran organik dengan berbagai media untuk konsumsi keluarga," ujarnya.

Ia kemudian menyerahkan secara simbolis bantuan bibit sayuran kepada 50 KWT di 11 kecamatan. Kabid Hortikultura Pemkab Dharmasraya, Maiyulis menyebutkan paket bantuan bagi 50 KWT terdiri atas bibit cabe merah, cabe rawit, kangkung, bayam, kacang panjang, pare, terung dan jahe merah sebanyak 20 kg serta 48 kg polybag sebagai media tanam.

baca juga: Sumatra Barat Memulai Penyelamatan UMKM

"Bantuan bibit ini agar segera ditanam, semoga dapat meningkatan pendapatan anggota KWT. Selain untuk konsumsi, kelebihan hasil panen dapat dijual kepada pedagang keliling untuk menambah uang belanja keluarga," kata Maiyulis.

Penyuluh Pusat, Edizal di Kementerian Pertanian RI selaku pendamping kegiatan penyuluhan pertanian di Provinsi Sumatera Barat mengatakan dukungan Pemkab Dharmasraya kepada 50 KWT sejalan dengan arahan Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo.

"Pangan lokal sehat dan bergizi dapat diperoleh dari pekarangan di sekitar kita. Menghadapi pelemahan ekonomi dan dampak pandemi, jawabannya adalah pertanian," kata Mentan Syahrul yang dikutip Edizal.

Sebelumnya, Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi mengurai tentang manfaat P2L apabila lahan pekarangan dikelola serius dapat menambah pendapatan keluarga. "Bisa dikonsumsi sendiri. Kelebihan hasil bisa dijual."

“Penyuluh pertanian diharapkan mendukung secara optimal kegiatan kaum ibu dan KWT mengoptimalkan potensi lahan pekarangan untuk mendukung mandiri pangan di tengah pandemi Covid-19," kata Dedi.

Kadistan Darisman menambahkan bahwa hari-hari ini para penyuluh pertanian di Dharmasraya mendampingi KWT di wilayah binaan BPP masing-masing mengembangkan Pekarangan Pangan Lestari (P2L). (OL-3)

BERITA TERKAIT