08 July 2020, 09:40 WIB

Dolar AS Menguat di Tengah Kegelisahan Investor akibat Covid-19


Antara | Ekonomi

SAAT investor gelisah karena lonjakan baru virus korona baru (covid-19) dan lockdown di beberapa negara, Dolar AS justru menguat terhadap sekeranjang mata uang lainnya pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB).

Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,15% menjadi 96,889. Pada Senin (6/7), indeks telah jatuh ke serendah 96,565 dengan rata-rata pergerakan 50 harinya tergelincir di bawah rata-rata 200 hari, yang dipandang sebagai sinyal bearish.

"Tidak ada data untuk menggerakkan pasar, meskipun Wall Street membukukan kerugian karena investor memikirkan kembali. Setidaknya untuk saat ini, tentang prospek pertumbuhan ekonomi, karena hot spot covid-19 terus memperlambat pembukaan lockdown di seluruh dunia," kata Direktur pelaksana analisis mata uang global di Action Economics Ronald Simpson.

Dolar, dipandang sebagai tempat yang aman, menguntungkan ketika investor menalangi aset-aset berisiko.

Baca juga: Pedagang Fokus Lonjakan Covid-19, Dolar AS Turun Tipis

Mata uang berisiko seperti Aussie yang didorong komoditas, crown Norwegia dan crown Swedia, melemah pada Selasa (7/7).

Lockdown diterapkan kembali di kota terbesar kedua Australia pada Selasa (7/7), membatasi aktivitas penduduk Melbourne untuk tetap di rumah selama enam minggu, kecuali ada keperluan penting.

Di Amerika Serikat, wilayah Miami menjadi hotspot terbaru yang kembali melakukan karantina ketika kasus covid-19 melonjak hingga puluhan ribu secara nasional dan jumlah korban tewas di AS mencapai 130.000.

Pejabat kesehatan AS Anthony Fauci mengatakan wabah covid-19 saat ini di Amerika Serikat 'benar-benar tidak baik'.

Sementara itu, Sterling menguat 0,51% karena optimisme negosiator perdagangan Inggris dan Uni Eropa dapat menemukan titik temu pada jamuan makan malam yang direncanakan untuk hari berikutnya.(OL-5)

BERITA TERKAIT