08 July 2020, 08:41 WIB

Tak Penuhi Kuota, Banyak SD dan SMP di DIY Kekurangan Murid


Agus Utantoro | Nusantara

SEJUMLAH sekolah baik SD (Sekolah Dasar) maupun SMP (Sekolah Menengah Pertama) di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), tidak berhasil memenuhi kuota penerimaan siswa baru. Plt. Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sleman, Arief Haryono, Rabu (8/7) menjelaskan, berdasarkan laporan sementara, SD negeri dan swasta di Sleman pada tahun ajaran 2020/2021 ini memiliki daya tampung mencapai 18.055. 

"Namun sampai saat ini baru menjaring 13.221 siswa baru kelas I, atau masih tersisa 4.834 kursi yang belum terisi. Ini negeri dan swasta," katanya.

Sedangkan tingkat SMP, lanjutnya, untuk SP Negeri memiliki kapasitas 7.904 namun masih tersisa 22 kursi, sedangkan untuk SMP Swasta dari kapasitas 6.400 siswa baru masih tersisa 1.498. Sekolah-sekolah yang masih memiliki sisa kursi, lanjutnya, dipersilakan membuka kesempatan bagi mereka yang belum diterima di sekolah-sekolah negeri maupun swasta.

Sementara di Gunungkidul tercatat 13 kekurangan peserta didik baru untuk tahun ajaran 2020/2021 karena jumlah lulusan sekolah dasar lebih sedikit dibandingkan daya tampung sekolah menengah pertama. Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olaraga (Disdikpora) Gunungkidul Bahron mengatakan kuota SMP ada sekitar 12.600 kursi, sedangkan yang lulus SD hanya 9.071 anak.

"Ada 13 SMP yang kekurangan kekurangan siswa, karena wajar perbedaan jumlah lulusan SD dan daya tampung SMP sangat banyak," kata Bahron.

baca juga: DPRD Desak Pemkot Padang Beri Solusi PPDB Jalur Zonasi

Selain itu, banyaknya SD yang tidak mendapat siswa disebabkan beberapa faktor diantaranya lulusan TK atau usia 7 tahun saat ini ada 8.640 siswa. Sampai saat ini yang dilaporkan masuk SD atau MI baik negeri maupun swasta mencapai 7.219 siswa. Sedangkan jumlah tempat duduk di SD sederajat ada 14.051 kursi. (OL-3)

BERITA TERKAIT