08 July 2020, 06:15 WIB

Pesantren di Jabar sudah Ramai Lagi


(AD/YH/LD/DY/N-2) | Nusantara

BULAN lalu, Ridwan Kamil menyatakan belum ada sekolah dan pondok pesantren di Jawa Barat yang diizinkan melakukan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka. Saat itu, belum ada satu pun daerah dari 27 kabupaten dan kota yang berstatus hijau alias bebas penjangkitan covid-19.

Satu bulan kemudian, Juli, Gubernur Jawa Barat itu mulai melonggarkan kebijakan. "Kegiatan tatap muka di pesantren dapat dimulai lebih dulu karena memiliki kurikulum yang berbeda dengan sekolah umum. Namun, protokol kesehatan harus tetap dilaksanakan dengan disiplin," tuturnya saat melakukan kunjungan ke pondok pesantren di Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, dan Bandung, kemarin.

Saat melihat penerapan protokol kesehatan di pesantren, dia mengaku puas. "Pemakaian masker dan cuci ta ngan telah diterapkan secara maksimal. Saya akan terus mengawal jalannya protokol kesehatan di pesantren."

Meski tidak tegas, dia mengisyaratkan akan mengizinkan tatap muka bisa dilaksanakan di Kota Sukabumi. Daerah ini menjadi satu-satunya wilayah di Jabar yang sudah berstatus zona hijau.

Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatra Barat, yang sudah berada di zona hijau juga bersiap menggelar proses belajar mengajar tatap muka. "Pelaksanaannya tetap dalam pengawasan ketat dan dilakukan evaluasi," ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Suhendri.

Sementara di Jawa Tengah, Kabupaten Kebumen tetap akan menggelar kegiatan belajar mengajar secara tatap muka meski daerah ini masih berada di zona kuning. "Tahun ajaran baru dimulai 13 Juli. Tatap muka 50% dan belajar jarak jauh 50%. Tatap muka bisa dilakukan jika ada izin bupati dan izin orangtua siswa," kata Ketua Musyawarah Kerja Kepala SMA dan SMK Rachmat Priyono saat menemui Bupati KH Yazid Mahfudz.

Bupati menegaskan sekolah harus mengikuti protokol kesehatan secara ketat jika menerapkan belajar tatap muka. "Sekolah harus disemprot disinfektan. Pemkab akan memberikan bantuan thermogun." Di Kalimantan Selatan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Yusuf Efendi mengaku sudah memerintahkan seluruh sekolah menerapkan protokol kesehatan saat proses daftar ulang. (AD/YH/LD/DY/N-2)

BERITA TERKAIT