08 July 2020, 05:23 WIB

Tol Trans-Sumatra Perlu Tambahan Dana


Pra/Ant/X-11 | Nusantara

PEMERINTAH mencari opsi pendanaan alternatif untuk menutupi kebutuhan dana Rp387 triliun dalam pembangunan Tol Trans-Sumatra yang akan menghubungkan Bakauheni hingga Banda Aceh.

Pembangunan infrastruktur, terutama tol, dinilai sangat penting untuk membantu percepatan pemulihan ekonomi nasional pascapandemi.

“Saya minta ini betul-betul dikalkulasi kelayakan finansialnya. Cari juga opsi-opsi untuk tambahan ekuitas dalam melanjutkan proyek ini,” ujar Presiden Joko Widodo saat memimpin rapat terbatas bertopik Percepatan Pembangunan Proyek Strategis Nasional Jalan Tol Trans-Sumatra dan Tol Cisumdawu, di Istana Merdeka, Jakarta, kemarin.

Dari total rancangan 2.878 kilometer, Tol Trans-Sumatera yang sudah terbangun baru 393 km dan yang dalam pengerjaan sepanjang 1.194 km. Proyeksi pemerintah, anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp500 triliun, tetapi baru terkumpul Rp113 triliun yang berasal dari dukungan pemerintah, komitmen perbankan, serta penyertaan modal negara ke PT Hutama Karya.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengungkapkan Presiden telah memerintahkan Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto, dan Menteri Keuangan Sri Mulyani untuk mencari opsi pendanaan terbaik.

“Apakah akan dikeluarkan bond jangka panjang dengan jaminan pemerintah, itu sedang dibicarakan,” ucap Basuki.

Pembebasan lahan

Jokowi kemarin juga menegur Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil serta Menkeu terkait percepatan pembangunan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu). Ia mengatakan, hingga sekarang, proses pembebasan lahan masih terhambat.

“Peraturan teknis pelaksana di Kementerian ATR maupun di Kementerian Keuangan belum lengkap. Saya minta segera diselesaikan. Kita butuh percepatan karena ini akan menyangkut Bandara Kertajati,” ujar Jokowi.

Tol Cisumdawu memiliki panjang 61,70 kilometer. “Pemba-ngunan Tol Cisumdawu saat ini mencapai 81,6% konstruksi, sedangkan pembebasan lahan sudah selesai 91,23%. Targetnya operasional September 2021,” ungkap Menteri Basuki. (Pra/Ant/X-11)

BERITA TERKAIT