07 July 2020, 13:08 WIB

1.030 Jemaah Ajukan Pengembalian Setoran Pelunasan Biaya Haji


Ihfa Firdausya | Humaniora

MENTERI Agama, Fachrul Razi, menyebut Kementerian Agama telah melakukan langkah-langkah terkait kebijakan pembatalan pemberangkatan jemaah haji Indonesia tahun 2020. Menurutnya, Kemenag sudah berusaha sebaik mungkin dalam sosialisasi soal hak dan kewajiban jemaah haji yang batal berangkat. Antara lain perihal mekanisme pengembalian setoran Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih). 

Menag melaporkan, hingga saat ini sudah 1.030 jemaah yang mengajukan pengembalian dan sudah 955 di antaranya sudah direalisasikan.

Baca juga: RI Diprediksi Jadi Episentrum Covid-19 Terbesar Ketiga di Asia

"Kami mengatakan pengembalian biaya setoran Bipih itu paling lama 9 hari. Nyatanya demikian, bahkan ada yang dalam 5, 6, 7 hari sudah selesai," kata Menag dalam rapat kerja dengan Komisi VIII DPR, Selasa (7/7).

Selain itu, Kementerian Agama juga terus melakukan koordinasi dengan Arab Saudi terkait implikasi pembatalan tersebut. Menag mengatakan telah bertemu dengan Duta Besar Arab Saudi beberapa waktu lalu.

"Beliau menyampaikan apresiasi atas dukungan Indonesia terhadap keputusan Saudi membatasi jemaah haji tahun ini," ungkapnya.

"Alasan yang digunakan untuk mengambil keputusan itu sama dengan kebijakan pemerintah Indonesia dan Komisi VIII DPR RI, yakni mengutamakan keselamatan jiwa manusia dalam situasi pandemi," jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Menag juga menanyakan kemungkinan adanya kuota khusus untuk kedutaan RI di Arab Saudi.

"Mereka mengatakan belum ada keputusan itu tapi sepakat bahwa 70% dari 10.000 (kuota haji 2020) itu akan diberikan kepada ekspatriat. Bagaimana mekanismenya, sedang dirumuskan," kata Menag.

"Tapi saat ini saya dengar bahwa berdasarkan pengajuan. Nanti setelah pengajuan, baru mereka akan putuskan tentang mekanisme, kuota, dan sebagainya," pungkasnya. (OL-6)

BERITA TERKAIT