07 July 2020, 12:34 WIB

RI Diprediksi Jadi Episentrum Covid-19 Terbesar Ketiga di Asia


Insi Nantika Jelita | Humaniora

AHLI Epidemiologi Universitas Indonesia (UI) Pandu Riono mengungkapkan Indonesia akan menjadi episentrum covid-19 terbesar ketiga di Asia setelah Tiongkok dan India.

Pandu, dalam wawancara dengan media Australia The Sydney Morning Herald, mengatakan tingkat infeksi covid-19 akan terus meningkat hingga September atau Oktober, ketika angka itu mencapai 4.000 kasus positif per hari.

Indonesia, sebutnya, melaporkan 1.607 infeksi baru - angka tertinggi kedua, dan rekor harian 82 kematian baru.

Baca juga: BRIN : Vaksin SARS-Cov-2 Masuki Uji Klinis Tahap 2 dan 3

Sekarang telah mencatat 64.958 kasus positif dan 3.241 kematian, jika tren infeksi saat ini terus berlanjut, Pandu menuturkan, angka itu akan melewati angka resmi Tiongkok dari 83.557 kasus dan 4.634 kematian dalam hitungan minggu.

Pandu mengaku telah meminta gubernur provinsi di Jakarta, Jawa Barat, dan kota-kota lain untuk melipatgandakan tes covid-19 dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk mendapatkan penanganan yang lebih baik terhadap penyebaran penyakit menular itu.

"Angka-angka (kasus covid-19) saat ini sangat rendah, itu adalah kesalahan. Peraturan pemerintah, bagaimana mereka melakukan pengujian, didasarkan pada gejala," kata Pandu.

Sebagai contoh, Pandu menyebut tingkat infeksi akan memuncak lebih cepat pada Juli dan mulai turun pada Oktober. Dengan tidak adanya langkah-langkah baru yang sulit, Indonesia akan menjadi episenter covid-19 ketiga di Asia setelah Tiongkok dan India.

The Sydney Morning Herald menuliskan, Indonesia saat ini sedang menguji sekitar 10.000 orang per hari dan memproses sekitar 20.000 spesimen per hari. Itu adalah 3.377 tes tes nasional per juta orang.

Menurut situs web pemantauan covid-19 Worldometer, Singapura telah melakukan 129.509 tes per 1 juta orang, Malaysia telah menguji 24.854 per 1 juta orang, Thailand telah menguji 8.648 per 1 juta orang, dan Filipina telah menguji 7.286 orang per juta orang. Australia telah menguji 107.888 per 1 juta orang. (OL-1)

BERITA TERKAIT