07 July 2020, 11:45 WIB

Kasus Tb Baru Ketemu 69%, Sisanya masih Berkeliaran


Ferdian Ananda Majni | Humaniora

DIREKTUR Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan Wiendra Waworuntu, mengatakan penyakit menular tuberkulosis atau TB yang baru terdeteksi mencapai 504 ribu kasus. Jumlah itu diperkirakan baru mencapai mencapai 69% dari total kasus.

"Artinya ada 504 ribu yang ditemukan secara keseluruhan provinsi di Indonesia dan sisa 30% lebih masih berkeliaran dan menularkan. Estimasi total kasus TB di Indonesia mencapai 845 ribu," kata Wiendra dalam diskusi bertema "Pengendalian Tuberculosis (TB) di Masa Pandemi di Graha BNPB Jakarta Timur, Selasa (7/7).

Ia menuturkan, Indonesia menjadi negara ketiga kasus penderita TB tertinggi setelah India dan Tiongkok. Angka kematian akibat TB juga tinggi dimana ada angka 13 kematian per jam.

Menurut Wiendra, saat ini obat TB mencukupi dan tersedia di semua layanan, termasuk 100 ribu puskesmas.

Selain kasus TB sensitif, Indonesia juga bergelut dengan persoalan TB MDR atau multidrug resistant tuberculosis atau Tb Resisten Obat (TbRO) yang membuat pengidap TB kebal obat sehingga sulit sembuh.

"TB resistensi obat juga bermasalah di Indonesia, angkanya setiap tahun naik, kita prediksi ada sekitar 24 ribu, ada juga TB dengan HIV sekitar 21 ribu jadi kematian terjadi bukan karena HIV tetapi TB yang diderita pasien," paparnya

Dia menegaskan kasus TB MDR muncul akibat penderita yang merasa sembun setelah mengonsumsi obat selama sebulan. Padahal seharusnya pengobatan dilakukan selama 6 bulan dengan rutin minum obat yang disediakan pemerintah secara gratis. (H-2)

BERITA TERKAIT