07 July 2020, 11:21 WIB

Kasus Covid-19 Meningkat, Menkes Israel Ancam Lakukan Lockdown


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

KEMENTERIAN Kesehatan Israel, Senin (6/7) malam, merilis angka-angka baru yang menunjukkan 962 infeksi covid-19 dalam 24 jam terakhir.

Menteri Kesehatan Yuli Edelstein mengatakan pembatasan baru yang disetujui pada hari sebelumnya bertujuan menghindari penguncian nasional dalam satu atau dua minggu ke depan.

Tambahan kasus menjadikan jumlah total kasus yang dikonfirmasi menjadi 30.749. Kementerian Kesehatan juga mengumumkan dua kematian baru, sehingga jumlah korban menjadi 334.

Baca juga: Covid-19 Terus Meningkat, Rumah Sakit AS dalam Bahaya

Jumlah kasus serius turun dari 90 menjadi 88, tetapi jumlah orang yang menggunakan ventilator naik menjadi 35, tiga lebih banyak dari pada Senin (6/7) pagi.

Kasus virus harian baru, yang telah turun ke dua digit hingga Mei, telah melonjak menjadi sekitar 1.000 per hari, dan jumlah kasus aktif telah mencapai rekor tertinggi sepanjang masa lebih dari 12.300.

Peningkatan infeksi mingguan di Israel adalah salah satu yang tertinggi di dunia, menurut grafik yang diterbitkan Senin (6/7) sore oleh Kementerian Kesehatan.

Grafik tersebut menunjukkan peningkatan kasus baru relatif terhadap minggu sebelumnya di Israel hampir 12%, lebih rendah hanya dari Swiss, Serbia, Australia, dan Rep Ceko. Di banyak negara lain, tingkat infeksi mingguan bahkan turun, tidak naik.

Pemerintah sebelumnya mengeluarkan sejumlah pembatasan untuk menahan wabah baru, termasuk membatasi restoran dan sinagoga, mengurangi jumlah penumpang di angkutan umum, membuat denda bagi yang tidak memakai masker. Ruang acara, tempat budaya, kolam renang, pusat kebugaran, bar, dan kelab malam juga ditutup.

“Israel hanya satu langkah dari lockdown penuh," kata Perdana Menteri Benjamin Netanyahu kepada anggota kabinet selama pertemuan khusus. (Times of Israel/OL-1)

BERITA TERKAIT