07 July 2020, 11:20 WIB

BRIN : Vaksin SARS-Cov-2 Masuki Uji Klinis Tahap 2 dan 3


Syarief Oebaidillah | Humaniora

ADA kabar baik dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Republik Indonesia soal perkembangan terkini penelitian vaksin SARS-Cov-2 penyebab covid-19.

Kepala BRIN Bambang PS Brodjonegoro menyebutkan, saat ini vaksin yang dikembangkan BUMN PT Bio Farma yang bekerjasama dengan perusahaan asal Tiongkok sudah memasuki fase uji klinis.

"Tahapan vaksinnya sudah masuk uji klinis tahap dua dan tahap tiga," Kepala BRIN dalam keterangan resmi yang diperoleh Media Indonesia, Selasa (7/7).

Secara bersamaan, lanjut Bambang, internal Lembaga Biologi Molekuler Eijkman juga melakukan pengembangan vaksin dengan menggunakan metode 'Protein Recombinant', yang nantinya akan bekerja sama dengan Biofarma untuk tahapan pengujian klinisnya.

Ia menegaskan, ada tiga prinsip yang dipegang pemerintah dalam pencarian vaksin covid-19, yakni cepat, efektif dan mandiri. Kecepatan, kata Bambang, menjadi penting agar jangan sampai Indonesia tertinggal dalam memproduksi vaksin sesuai dengan strain virus yang beredar di Indonesia.

"Karena itu kita tetap perlu mengembangkan vaksin di dalam negeri karena vaksin yang dikembangkan Eijkman itu sudah langsung menggunakan isolat virus yang ada di Indonesia. Mandiri maksudnya baik dalam pengembangan bibit vaksinnya dan paling penting juga dalam produksinya," terang Menteri Riset dan Teknologi itu.

Adapun, regulasi untuk mengkoordinasikan pengembangan vaksin covid-19 akan dituangkan dalam bentuk Keputusan Presiden yang diperkirakan terbit minggu depan. Dalam Keppres itu, ungkap Bambang, Menristek/Kepala BRIN ditunjuk sebagai Ketua Tim Pengembangan Vaksin bersama Menteri Kesehatan dan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN). (H-2)

 

BERITA TERKAIT