07 July 2020, 11:05 WIB

Pakar Milisi Hisham al-Hashemi Ditembak Mati di Baghdad


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

SEORANG pakar Irak terkemuka mengenai Islamic State (IS) dan kelompok bersenjata lainnya ditembak mati di Baghdad, Senin (6/7), setelah menerima ancaman dari milisi yang didukung Iran. Hal itu dikatakan pejabat keamanan dan dalam negeri Irak.

Hisham al-Hashemi, 47, ditembak di dekat rumahnya di daerah Zeyouneh di Baghdad dan dinyatakan meninggal di sebuah rumah sakit, kata para pejabat, yang berbicara dengan syarat anonimitas sesuai dengan peraturan.

"Ya, dia meninggal dan tubuhnya sekarang di freezer rumah sakit," kata Saad Maan, kepala departemen hubungan media Kementerian Dalam Negeri.

Baca juga: Fatah dan Hamas Sepakat Lanjutkan Pertemuan Akhiri Perpecahan

Sebuah sumber medis di rumah sakit mengkonfirmasi kepada kantor berita AFP bahwa Hashemi menderita “hujan peluru di beberapa bagian tubuh.”

Penyelidik yang ditugaskan untuk menguak pembunuhan mengatakan Hashemi, 47, berjalan keluar dari rumahnya dan masuk ke mobilnya ketika tiga pria bersenjata dengan dua sepeda motor menembaki dia dari jarak beberapa meter.

Hashemi terluka dan merunduk di belakang mobilnya, tetapi orang-orang bersenjata itu mendekat dan menembaknya empat kali di kepala dari jarak dekat, kata penyelidik itu.

Belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab langsung atas pembunuhan itu.

"Pengecut membunuh teman saya dan salah satu peneliti paling cerdas di Irak, Hisham al-Hashemi. Saya terkejut," kata Harith Hasan, yang merupakan peneliti akademis sebelum menjadi penasehat perdana menteri Irak saat ini.

Hashemi adalah seorang analis keamanan disegani yang muncul secara rutin di televisi Irak dan yang keahliannya selalu dipakai atau dicari pejabat pemerintah, jurnalis, dan peneliti.

Beberapa minggu sebelum kematiannya, Hashemi mengatakan kepada orang-orang kepercayaan dia khawatir kelompok-kelompok milisi yang didukung Iran menargetkannya. Dia dikenal kritis terhadap kegiatan milisi.

Kematiannya terjadi ketika pemerintah bergulat dengan serangan roket yang menargetkan kepentingan Amerika Serikat (AS) di negara yang diyakini diatur oleh kelompok-kelompok milisi yang didukung Iran. Sebuah penggerebekan pekan lalu menahan 14 anggota kelompok kuat Kataib Hezbollah. Semua kecuali satu dibebaskan.

Hashemi adalah pendukung kuat aksi protes populer yang melanda seluruh Baghdad dan selatan Irak yang mayoritas Syiah pada Oktober. Unjuk rasa itu mengecam pemerintah korup, tidak efisien, dan terikat pada tetangga Iran.

Lebih dari 500 orang tewas dalam kekerasan terkait protes, termasuk beberapa aktivis terkemuka yang ditembak di Baghdad, Basra, dan kota-kota lain.

Namun pembunuhan politik tingkat tinggi telah jarang terjadi dalam beberapa tahun terakhir. (Al Jazeera/OL-1)

BERITA TERKAIT