07 July 2020, 10:57 WIB

Pelatihan Kartu Prakerja Tetap Berjalan


M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi

DIREKTUR Komunikasi Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja Panji Winanteya Ruky menegaskan program pelatihan kartu prakerja tetap berjalan seperti sebelumnya, yang dihentikan adalah penjualan pelatihan dalam bentuk paket (bundling).

"Yang dihentikan dari pelatihan kartu prakerja adalah penjualan pelatihan yang berbentuk paket (bundling) saja," ujar Panji kepada Media Indonesia, Selasa (7/7).

Panji menambahkan, program pelatihan kartu prakerja sedianya memiliki ribuan jenis pelatihan yang beragam. Sedangkan penjualan pelatihan secara bundling jumlahnya relatif kecil. Dengan begitu peserta pelatihan tetap bisa bebas memilih jenis pelatihan sesuai dengan minat dan kebutuhannya.

Dihentikannya penjualan pelatihan secara bundling, kata Panji, tidak berdampak pada program kartu prakerja secara menyeluruh. Sesuai arahan Komite Cipta Kerja, program tetap berjalan hingga saat ini.

"Penghentian penjualan khusus paket bundling hanya efektif dari tanggal 30 Juni dan tidak berlaku surut, sehingga insentif peserta yang dulunya mengambil paket pelatihan bundling akan terus berjalan seperti biasa," imbuh Panji.

"Mitra platform digital serta lembaga pelatihan yang telah menjual paket pelatihan bundling hingga 30 Juni pun tetap akan menerima pembayaran atas pelatihan yang telah diselenggarakannya," sambungnya.

Dihentikannya penjualan pelatihan secara bundling merupakan wujud penerapan tata kelola program yang baik. Hal itu dinilai dapat memberikan ruang yang lebih luas kepada peserta pelatihan untuk memilih jenis pelatihan yang diinginkan.

Baca juga: Dilaporkan Ke Ombudsman, Manajemen Prakerja Buka Komunikasi

"Kami sampaikan lagi bahwa pemberhentian tipe paket bundling ini merupakan salah satu langkah dalam menerapkan tata kelola program yang baik, agar para peserta benar-benar mendapatkan manfaat dari program ini tanpa membatasi kebebasan para peserta untuk memilih ribuan jenis pelatihan lainnya," pungkas Panji.

Pernyataan Panji tersebut berkaitan dengan beredarnya pemberitaan mengenai berhentinya program pelatihan Kartu Prakerja setelah diterbitkannya surat bernomor S-148/Dir-Eks/06/2020 yang ditandatangani oleh Dirketur Eksektutif Manajemen Kartu Prakerja Denni Puspa Purbasari. Setelah terbitnya surat tersebut muncul pemberitaan yang mengatakan seolah program Kartu Prakerja dihentikan.

Padahal dalam surat tersebut manajemen pelaksana Kartu Prakerja hanya memutuskan agar transaksi dan penjualan paket secara bundling dihentikan.

"Manajemen pelaksana memutuskan untuk menghentikan seluruh transaksi dan penjualan paket pelatihan yang ditawarkan oleh mitra platform digital agar pelaksanaan program Kartu Prakerja dapat dilakukan sesuai dengan aturan perundangan yang berlaku," demikian petikan surat tersebut.

Diketahui ada 8 platform digital yang menjadi mitra pemerintah dalam pelaksanaan Kartu Prakerja yakni BukaLapak, Tokopedia, MauBelajarApa, Pintaria, SekolahMu, Sisnaker, Pijar Mahir dan Skill Academy by Ruangguru.(X-10)

BERITA TERKAIT