06 July 2020, 21:15 WIB

Mengembalikan Kedaulatan Perdagangan Komoditi Indonesia


Achmad Maulana | Ekonomi

SAAT menapaki usia ke-11 tahun, Indonesia Commodity & Derivatives (ICDX) dan Indonesia Clearing House (ICH) terus berusaha menunjukkan kualitas layanan. Lewat kegigihan tim, ICDX dan ICH mampu mewujudkan visi misinya dalam membangun industri Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK) dan mengembalikan kedaulatan perdagangan komoditi Indonesia. Salah satu langkah pasti yang diambil adalah berhasil mendapatkan sertifikasi ISO 27001 SAI Global.

Melalui ISO 27001, ICH akan melindungi kerahasiaan, integritas, dan ketersediaan informasi. Hal itu meliputi sistem pemrosesan informasi, layanan atau infrastruktur, dan tempat penyimpanan informasi dengan mempertimbangkan risiko yang mungkin terjadi dan mekanisme penanggulangannya. Perlindungan aset informasi akan mendukung ICH dalam melaksanakan sistem dan memberi fasilitas kliring dan penyelesaian untuk transaksi di ICDX secara efektif.

Baca juga: Lolos Uji ISO 16604, RI Siap Produksi Baju Hazmat

Di tengah pandemi covid-19, Business Continuity Plan (BCP) menjadi sangat vital bagi banyak bisnis. Salah satu cara untuk tetap mengimplementasikan BCP dengan efektif di masa pandemi ini adalah sistem work-from-home (WFH).  Namun, WFH juga memiliki berbagai kekurangan, seperti rentannya kebocoran informasi.

Diungkapkan Direktur Utama Indonesia Clearing House, Nursalam,  saat ini  informasi sebagai aset. Data pun menjadi sangat penting. "Untuk itu ICH ingin menjaga keamanan data, alur informasi, dan kerahasiaan informasi berdasarkan prinsip confidentiality, integrity, dan availability. Dengan menjaga aset informasi, industri keuangan dan finansial berbasis transaksi dapat menjalankan bisnisnya dengan lebih efektif, aman, dan modern.”

Keamanan informasi itu, lanjut dia akan memudahkan berbagai macam proses pencatatan, perhitungan dan penyimpanan data dengan mengklasifikasikan data berdasarkan confidentiality level sehingga data yang akan dikeluarkan ke publik merupakan data yang terverifikasi. Sementara  data dengan tingkat confidentiality tinggi ICH akan melakukan beberapa verifikasi dan pemberian skala urgensi dengan mekanisme Sistem Manajemen Keamanan Informasi (SMKI).

“Implementasi SMKI bertujuan untuk menetapkan, menerapkan, mengoperasikan, memantau, meninjau, memelihara, dan meningkatkan keamanan informasi organisasi untuk mencapai tujuan bisnis dan didasarkan pada penilaian risiko dan tingkat penerimaan risiko organisasi yang dirancang secara efektif menanggulangi dan mengelola risiko,” lanjut Nursalam.

Ke depannya, capaian ini akan terus dikembangkan untuk berintegrasi dengan keadaan pasar dan Lembaga Kliring sebagai entitas yang sentral dalam pengelolaan risiko, serta manajemen informasi yang mumpuni sebagai implementasi kemajuan industri finansial di Indonesia. (Ant/A-1)

 

BERITA TERKAIT