07 July 2020, 09:05 WIB

Di tengah Pandemi, BRI Salurkan KUR kepada 2 Juta Debitur


M Iqbal Al Machmudi | Ekonomi

PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk menyebutkan telah menyalurkan dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada 2 juta nasabahnya sepanjang Januari hingga Juli. Adapun nilainya mencapai Rp56 triliun.

Direktur Bisnis Mikro Bank BRI, Supari, mengatakan upaya tersebut untuk menyelamatkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) agar tetap bisa bertahan di tengah pandemi covid.

"Sampai hari ini, dari Januari sampai Juli kami menyalurkan KUR hampir kepada 2 juta nasabah dengan nilai Rp56 triliun. Ini adalah pekerjaan yang tidak ringan di saat social distancing," kata Supari saat konferensi pers Pemulihan Ekonomi Koperasi dan UMKM di Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Jakarta, Senin (6/7).

Supari menyebutkan bahwa upaya menyelamatkan UMKM juga melalui restrukturisasi yang sudah dilakukan kepada 2,7 juta UMKM pada Juni lalu.

"Pada Juni sudah menyelamatkan hampir 2,7 juta UMKM dengan nilai kredit lebih dari Rp110 triliun. Kita terpenting bagaimana pelaku UMKM selamat kalau selamat sehingga ketika pandemi bisa dikontrol maka kita akan survive lagi, " ujar Supari.

Supari mengungkapkan pada April-Juni menjadi bulan yang berat karena hampir 70% kinerja fokus pada menyelamatkan UMKM dalam bentuk restrukturisasi. Kemudian Mei aktivitas fokus pada UMKM restrukturisasi semakin besar dan landai pada akhir Juni.

UMKM yang berhasil bertahan di tengah pandemi sendiri telah menemukan bentuk-bentuk pemasaran yang efisiensi pada produknya. Inovasi itu dilakukan untuk menerapkan social distancing dan meminimalisir mobilitas masyarakat.

"Mulai dari cara jualannya ke online, itu merupakan bagian dari perubahan dari para pelaku usaha. Disinilah BRI melakukan pemberdayaan para pelaku UMKM dengan cara platform online, " ungkap Supari.

Dalam mengimplementasikan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) terdapat 3 poin yang penting yakni subsidi bunga, leverage penempatan dana pemerintah menjadi 3 kali lipat, dan skema kredit dengan penjaminan kepada pelaku UMKM dengan besaran kredit sampai dengan Rp10 miliar.

"Tiga hal ini sangat penting supaya yang subsidi bunga sesungguhnya untuk memperpanjang nafas UMKM. Yang kedua dan ketiga untuk akselerasi recovery dilakukan untuk hari ini relaksasi pengendalian covid yang dilakukan pemerintah maka aktivitas ekonomi bergerak," tandasnya. (E-1)

BERITA TERKAIT