07 July 2020, 06:15 WIB

Mahasiswa Asing di AS Terancam Diusir


Basuki Eka Purnama | Internasional

PEMERINTAH Amerika Serikat (AS), Senin (6/7), mengatakan tidak akan mengizinkan mahasiswa asing bertahan di negara itu jika seluruh mata kuliah mereka diberikan secara daring akibat pandemi covid-19.

"Mahasiswa nonimigran F-1 dan M-1 yang mengikuti mata kuliah yang seluruhnya diberikan secara daring tidak akan diizinkan bertahan di Amerika Serikat," ujar Badan Imigrasi dan Bea Cukai AS (ICE) dalam sebuah keterangan resmi.

"Mahasiswa aktif di AS yang mengikuti perkuliahan daring harus meninggalkan negara ini atau mengambil langkah lain seperti pindah ke kampus yang memberikan kuliah secara langsung," imbuh ICE.

"Jika tidak, mereka akan menghadapi konsekuensi imigrasi, termasuk pengusiran," lanjut badan tersebut.

Baca juga: Rumah Sakit AS Terancam Kelebihan Kapasitas

ICE menambahkan kementerian luar negeri AS tidak akan mengeluarkan visa bagi mahasiswa yang seluruh mata kuliahnya dilakukan secara daring dan mereka tidak akan diizinkan masuk ke wilayah 'Negeri Paman Sam' itu.

Mayoritas universitas dan perguruan tinggi di AS belum mengumumkan rencana mereka untuk semester yang akan datang.

Sejumlah kampus tengah mempertimbangkan model gabungan dari kuliah langsung dan kuliah daring. Namun, sejumlah kampus, termasuk Universitas Harvard, mengatakan seluruh mata kuliah mereka seluruhnya akan dilakukan secara daring.

Saat ini adalah lebih dari 1 juta mahasiswa internasional di AS untuk tahun akademi 2018-19 menurut data Intitut Pendidikan Internasional (IIE).

Jumlah itu mencakup 5,5% dari total populasi mahasiswa di AS dan mahasiswa asing berkontribusi sebesar US$44,7 miliar untuk ekonomi AS pada 2018.

Mayoritas mahasiswa asing di AS berasal dari Tiongkok disusul India, Korea Selatan, Arab Saudi, dan Kanada. (AFP/OL-1)

BERITA TERKAIT