06 July 2020, 19:15 WIB

Mekempan-Rebiro Akan Pangkas 20% ASN Tidak Produktif


Putra Ananda | Politik dan Hukum

MENTERI Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-Rebiro) Tjahjo Kumolo menyebut saat ini terdapat 20% pegawai negri sipil (PNS) atau aparatur sipil negara (ASN) yang tidak produktif dalam bekerja. Tjahjo menyebut ia akan memangkas 20% ASN tidak produktif itu.

"Secara birokrasi, tujuan penyederhanaan reformasi birokrasi ending-nya efektivitas dan efisiensi anggaran," kata Tjahjo saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi II DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (6/7).

Kendati demikian, Tjahjo mengaku saat ini masih kesulitan untuk melakukan pemangkasan terhadap 20% ASN non produktif tersebut. Sesuai instruksi Presiden Joko Widodo target pemangkasan harus tuntas di akhir tahun 2020.

"Kita enggak bisa pak memberhentikan 1,6 juta tenaga yang dianggap tanda petik ini tenaga administrasi yang mungkin 20% tidak produktif itu enggak bisa," keluhnya.

Baca juga : Efisiensi, Pemerintah Wacanakan Bubarkan Sejumlah Lembaga Negara

Total saat ini, dikatakan oleh Tjahjo pihaknya telah melakukan reformasi birokrasi sebesar 60%. Secara bertahap Kemenpan-Rebiro juga akan mencoba melakukannya pemangkasan secara bertahap mulai dari eselon III, IV, dan V sesuai arahan presiden. Selain itu, dikatakan Badan Kepegawaian Negara (BKN) juga sudah tidak lagi membuka kesempatan CPNS untuk mengisi jabatan administrasi.

"Mengubah pola pikir dari jabatan struktural ke fungsional. Itu secara prinsip bisa. Termasuk Kementerian Agama yang satkernya mencapai puluhan ribu, camat, atau lurah," ujarnya. (P-5)

BERITA TERKAIT