06 July 2020, 18:29 WIB

Enam Daerah Zona Hijau di Sumbar Gelar Belajar Tatap Muka


Yose Hendra | Nusantara

SEBANYAK 6 daerah yang dikategorikan zona hijau di Sumatra Barat (Sumbar) sudah bisa gelar belajar tatap muka di sekolah

Gubernur Sumatra Barat (Sumbar) Irwan Prayitno mengatakan, daerah yang boleh menggelar belajar tatap muka ada 6 daerah yang masuk zona hijau di Sumbar, yaitu Kota Pariaman, Kabupaten Pasaman Barat, Kota  Sawahlunto, Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Tanah Datar dan Kota Payakumbuh.

"Kita menyerahkan kebijakan untuk menggelar pembelajaran tatap muka ini kepada para bupati dan wali kota, dengan mengikuti peraturan yang ditentukan oleh pusat, di mana hanya daerah yang zona hijau saja yang boleh menggelar pembelajaran tatap muka, dan untuk SMA/SMk mengikuti apa yang ditetapkan oleh daerah yang bersangkutan," tuturnya Senin (6/5).

Setelah mendengarkan pemaparan dari setiap kabupaten/kota yang berada di zona hijau dan zona lainnya, ada empat daerah yang akan memulai pembelajaran tatap muka di Tahun Ajaran (TA) Baru 2020/2021 yang jatuh pada 13 Juli 2020.

"Empat daerah yang akan menggelar Pembelajaran tatap muka, adalah Kota
Pariaman, Kabupaten Pasaman Barat, Kota Sawahlunto dan Kabupaten Pesisir Selatan, dan dua daerah lagi, masih menggunakan metode daring," ungkap Irwan Prayitno.

Sementara, Kadis Dikpora Kota Pariaman Kanderi mengatakan, sekolah di Kota Pariaman mulai pembelajaran tatap muka pada Senin (13/7).

"Untuk Kota Pariaman, pembelajaran tatap muka dilaksanakan mulai 13 Juli mendatang dengan sistem satu minggu tatap muka, satu minggu daring dari rumah, mulai dari tingkat SD, SMP sampai SMA/SMK yang ada di Kota Pariaman," ujarnya, Senin (6/7).

Adapun jumlah murid dalam satu kelas, untuk SD maksimal 14 siswa/kelas. Sedangkan untuk SMP dan SMA/SMK maksimal 16 siswa/kelas yang diselingi dengan belajar tatap muka satu minggu dan daring seminggu.

"Siswa yang shift belajar tatap muka, siswa lain akan belajar daring atau belajar jarak jauh dan begitu sebaliknya," tandasnya. 

Lebih lanjut Kanderi juga mengatakan bahwa pihaknya tetap akan menerapkan protokol kesehatan. Setiap siswa yang akan memasuki sekolah, suhu siswa akan diukur melalui thermo gun yang ada di setiap sekolah. Siswa juga diwajibkan memakai masker, dan mencuci tangan pakai sabun serta menyemprotkan cairan disenfektan pada telapak sepatu siswa.

"Bagi siswa yang suhu tubuhnya diatas 38 derajat celcius, maka disuruh pulang dan berobat dan di setiap kelas juga dianjurkan untuk menyediakan Hand Sanitizer, serta jam pelajaran hanya dari Jam 07.30 sampai 10.15, tanpa istirahat, dimana setelah selesai belajar siswa dianjurkan untuk langsung pulang kerumah masing-masing," jelasnya. (OL-8).

BERITA TERKAIT