06 July 2020, 17:59 WIB

Pandemi Korona, Omzet Pedagang Pasar Temanggung Turun 70%


Tosiani | Nusantara

SEMENJAK pandemi korona, penguniung yang datang ke pasar-pasar di Temanggung, Jawa Tengah berkurang drastis. Kondisi ini menyebabkan para pedagang mengalami penurunan pendapatan antara 30% hingga 70%.

Staf Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pasar Ngadirejo, Kabupaten Temanggung, Singgih Wijayanto, mengatakan berkurangnya pengunjung ke pasar sudahterlihat mulai Bulan Maret lalu. Pihak UPT sendiri menerima banyak keluhan dari pedagang terkait penurunan pendapatan yang mereka alami karena kondisi pandemi ini.

Penurunan pendapatan itu, menurut Singgih, bervariasi berdasarkan jenis komoditas yang dijual. Untuk komoditas bahan pokok dan sayuran mengalami penurunan penjualan rata-rata 70%. Namun untuk komoditas daging dan ayam, penurunannya bisa lebih dari angka itu karena harganya yang tinggi dan konsumen berkurang.

"Kalau dampak jelas ada karena pengunjung pasar juga berkurang. Angka penurunannya bervariasi, tergantung jenis dagangannya. Kalau ayam dan daging, karena harganya mahal, pembeli berkurang lebih banyak. Tapi kalau sayuran, sembako rata-rata turunnya 70%-an," kata Singgih di Temanggung, Senin (6/7).

Pihak pengelola pasar sendiri, menurut Singgih terus berusaha membuat aktivitas di pasar berjalan aman dan nyaman untuk pengunjung dan pedagang saat pandemik berlangsung. Di antaranya dengan secara konsisten melakukan penyemprotan disinfektan di area pasar tiap sepekan sekali. Pihak pengelola pasar, kata Singgih, mengingatkan pengunjung agar memakai masker dan menjaga jarak aman.

"Para pedagang juga sudah memberi pembatas dari plastik agar ada jarak saat berinteraksi dengan pengunjung," katanya.

Baca juga: Temanggung Izinkan Tempat Wisata Dibuka

Budi Wahono, pengelola Pasar Kaloran, mengatakan, penurunan omzet terutama terjadi pada komoditas sayuran dan bahan pokok. Angka penurunannya sekitar 30%. Budi juga memiliki kios yang menjual bahan pokok di pasar tersebut.

"Yang pasti omzet menurun dan harga hasil bumi utamanya sayuran turun drastis. Ya sekitar 30%," katanya.

Pasar Kaloran, katanya, juga menerapkan protokol kesehatan pada pedagang dan pengunjung. Mereka diwajibkan memakai masker saat beraktivitas di pasar. Sejumlah tempat cuci tangan disiapkan di beberapa pintu masuk pasar. (A-2)

 

BERITA TERKAIT