06 July 2020, 11:47 WIB

Iran Mengatakan Kerusakan di Pusat Nuklir Natanz 'Signifikan'


Deri Dahuri | Internasional

INSIDEN kecelakaan di kompleks nuklir di Iran menyebabkan kerusakan signifikan. Kerusakan pusat nuklir tersebut disebutkan dapat memperlambat produksi sentrifugal yang digunakan untuk memperkaya uranium. Hal tersebut disampaikan juru bicara Badan Energi Atom Iran.

Badan Atom Nuklir Iran mengatakan bahwa insiden itu terjadi pada Kamis (2/7) di gudang yang sedang dalam pembangunan di Kompleks Nuklir Natanz di wilayah tengah Iran, tetapi tidak menimbulkan korban atau polusi radioaktif.

Para pejabat keamanan setempat membenarkan kecelakaan di lokasi nuklir dan telah mengetahui penyebabnya. Namun para pejabat tersebut tidak menjelaskan lebih lanjut.

"Tidak ada korban ... tetapi kerusakannya signifikan pada tingkat keuangan," kata juru bicara Organisasi Energi Atom Iran, Behrouz Kamalvandi, dalam wawancara yang dipublikasikan Minggu (5/7) oleh kantor berita IRNA.

"Dalam jangka menengah, kecelakaan ini dapat memperlambat pengembangan dan produksi sentrifugal canggih," kata pejabat Iran. Perlu diketahui bahwa Natanz adalah salah satu pabrik pengayaan uranium utama Iran.

"Insya Allah, dan dengan upaya terus-menerus ... kami akan mengatasi pelambatan ini sehingga situs yang dibangun kembali akan memiliki kapasitas lebih besar dari sebelumnya," tambah Kamalvandi.

IRNA sebelumnya merilis sebuah foto yang konon berasal dari situs itu, memperlihatkan sebuah bangunan satu lantai dengan atap yang rusak, dinding-dindingnya tampak menghitam oleh api dan pintu-pintu menggantung engsel mereka seolah-olah meledak dari dalam.

Stasiun televisi pemerintah Iran kemudian menunjukkan bangunan dari sudut yang berbeda dengan kerusakan kecil pada dindingnya.

Teheran mengumumkan pada Mei 2019 bahwa secara progresif akan menangguhkan komitmen tertentu di bawah kesepakatan nuklir 2015 dengan negara-negara besar, yang secara sepihak Amerika Serikat (AS) ditinggalkan pada 2018.

Iran memulai kembali pengayaan uranium di Natanz September 2019 meskipun telah menyetujui perjanjian untuk menunda kegiatan tersebut. Teheran selalu membantah program nuklirnya memiliki dimensi militer. (AFP/OL-09)
 

BERITA TERKAIT