06 July 2020, 11:41 WIB

Ditemukan Tiga Klaster Perusahaan di Kota Semarang


Akhmad Safuan | Nusantara

ANGKA covid-19 di Kota Semarang, Jawa Tengah terus meningkat mencapai 717 kasus. Penambahan kasus ini bersumber dari tiga perusahaan. Dari hasil pelacakan ditemukan ratusan pekerja positif korona. Banyaknya jumlah pasien covid-19 baik yang positif maupun baru tahap reaktif dan terpapar, menjadikan dua lokasi karantina yakni runah dinas Wali Kota Semarang dan gedung Pendidikan dan Latihan (Diklat) Kota Semarang hampir penuh.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Abdul Hakam mengatakan setelah ada klaster covid-19 yakni pasar tradisional, tenaga medis, balai kota dan perbankan, baru saja ditemuksn klaster baru di tiga perusahaan di Kota Semarang. 

"Ini merupakan hasil pengujian yang dilakukan untuk percepatan penanganan covid-19," kata Abdul Hakam tanpa menyebutkan nama perusahaan itu.

Tiga perusahaan itu, dari hasil rapid test jumlah karyawan bervariasi. Petugas menemukan jumlah reaktif covid-19 di perusahaan pertama sebanyak 47 orang, perusahaan kedua sebanyak 24 orang, dan perusahaan ketiga mencapai ratusan orang.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi secara terpisah mengatakan melonjaknya angka covid-19 di daerah ini nerupakan hasil dari pelacakan dan rapid test massal yang dilakukan okeh Dinas Kesehatan dan tim Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan (GTPP) Covid-19 Kota Semarang.

Meskipun jumlah positif dan terpapar covid-19 terus meningkat, lanjut Hendrar Prihadi, rapid dan swab test massal akan terus dilanjutkan terutama di temoat-tempat publik. 

"Saya tidak khawatir semakin besar jumlah pasien covid-19, karena semakin terdeteksi secara dini maka akan semakin cepat pula penanganannya," ujarnya.

baca juga: Jadi Episenter, Makassar Baru Canangkan Gerakan Cegah Korona 

Berdasarkan data yang ada, ungkap Hendrar Prihadi, sudah 2,8% warga Kota Semarang menjalani rapid test massal, maka kedepan akan ditingkatkan lagi hingga seluruh warga dicurigai terpapar covid-19 dapat dilakukan tes cepat.  Warga yang diketahui terpapar langsung dikarantina dan diberikan terapi penyembuhan, sehingga dapat segera sembuh dan tidak menyebarkan virus korona kepada warga lain. 

"Sebagian besar temuan covid-19 hasil tracking dan rapid test massal, meskipun ada dirawat karena penyakit penyertaan sebelumnya," imbuhnya. (OL-3)

BERITA TERKAIT