06 July 2020, 11:06 WIB

Jadi Episenter, Makassar Baru Canangkan Gerakan Cegah Korona


Lina Herlina | Nusantara


KOTA Makassar saat ini menjadi episentrum tertinggi penyebaran virus covid-19. Namun Pemkot Makassar baru akan melakukan langkah serius menekan angka penyebaran covid-19, dengan mencanangkan gerakan bersama percepatan penanganan virus korona dengan upacara di Lapangan Karebosi, Makassar yang dihadiri oleh Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah, Senin (6/7). Saat ini jumlah pasien positif covid-19 sebanyak 3.557 orang. 

Penjabat Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin mengatakan pencanangan bersama ini dilakukan atas tiga langkah utama yakni edukasi massif. Kedua kegiatan perspentif massal seperti melakukan disinfektan massal dan pembatasan pergerakan keluar masuk kota Makassar. Dan ketiga, saling bersinergi antara seluruh elemen yang ada.

"Tiga langkah ini kami yakini bisa cepat menurunkan angka-angka positif covid di Makassar. Kita ingin perkecil potensi-potensi penularan dengan langkah tersebut. Seperti mematuhi protokol kesehatan pastinya. Insyaallah kalau masyarakat patuh kita bisa menemukan puncak penyebaran dan kita akan melihat kurva menurun di akhir bulan Juli ini. Itu target kami," ucap Rudy.

Karena sebenarnya, apa yang dicanangkan Pemkot Makassar ini, sudah digalakkan dua penjabat wali kota sebelumnya, Iqbal Suaheb dan Yisran Jusuf, maka kata Rudy, tidak hanya tiga unsur tersebut, yang menjadi patokan, tapi segera mengeluarkan perwali untuk mendukung lancarnya proses penekanan penyebaran virus. 

"Mungkin kamis atau hari jumat minggu ini," ungkapnya.

Rudy menambahkan, dalam pergerakannya ke depan ia akan menyasar 15 kecamatan, 153 Kelurahan, 900 RW, 4000 RT, 325 cafe dan resto, 415 warung kopi, 18 pasar tradisional, 11 pusat pembelanjaan atau mal serta tempat umum lainnya.

"Sesegara mungkin kita akan membentuk tim untuk memassifkan kegiatan ini yakni kita bentuk 1000 orang dari RT/RW, 1000 personil TNI Polri, unsur organisasi, seluruh camat, 14 kapolsek, 47 kepala puskesmas, seluruh lurah, Seluruh babinsa dan kambtimas akan bergerak menjalankan tiga unsur yang tadi," lanju Rudy.

Rudy berharap kegiatan pencanangan ini bisa berjalan dengan maksimal agar paparan penyebaran virus ini dapat segera terkendalikan. Dan itu juga menjadu harapan Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah. Ia menyebut, kasus penyebaran Covid-19 di Kota Makassar terselesaikan maka 80 persen kasus positif di Sulawesi Selatan ikut terselesaikan.

"Kemarin saya kumpulkan seluruh bupati dan wali Kota, keluhannya satu tolong selesaikan soal kasus Makassar. Banyak warga kita kembali ke daerah malah menjadi penular ke daerahnya. Maka, gerakan ini lahir dengan harapan agar pemerintah Kota Makassar bisa lebih bersinergi bersama seluruh jajarannya," kata Nurdin.

baca juga: Kasus Positif Covid-19 di Sorong Jadi 98 Orang

"TNI polri sudah bekerja maksimal dan kita harap pemerintah kota bersama camat, lurah dan rt/rw bisa berkalaborasi dengan baik lagi. Apalagi didiukung oleh tokoh agama, tokoh perempuan, dan tokoh pendidik. Maka penyebaran virus bisa ditekan," sambung Nurdin. (OL-3)


 

BERITA TERKAIT