06 July 2020, 04:54 WIB

Pandemi, Edukasi Nasabah tak Berhenti


gan/S1-25 | Humaniora

DEWI Hajar Pinuji, 30, adalah Mantri BRI Unit Jatinom, Kantor Cabang Klaten, Jawa Tengah. Mantri BRI adalah singkatan dari marketing dan analisis mikro yang bertugas tidak hanya mengurusi bagian kredit, tapi juga simpanan.

Karena tugasnya, Dewi tak henti melakukan sosialisasi maupun berkomunikasi dengan nasabah maupun calon nasabah untuk mengedukasi tentang produk dan layanan keuangan,terutama terkait restrukturisasi pinjaman. “Misalnya menawarkan restrukturisasi, istilahnya kita bantu buat agar catatan reputasi nasabah itu tetap bagus,” ujarnya.

Ia pun memanfaatkan teknologi untuk melakukan edukasi melalui status media sosial, seperti cara pengambilan uang di ATM, atau produk tabel KUR atau tabel asuransi.

Sering kali, ia harus menempuh medan yang cukup berat, naik turun gunung untuk mendatangi nasabah yang berada di pelosok. “Sempat bingung pada awal-awal mewabahnya virus korona, bagaimana nanti bisa menyalurkan kredit dan bertemu calon nasabah. Kemudian yang saya lakukan adalah menghubungi nasabah melalui telepon, misalnya WA dulu atau telepon dulu,” tutur Dewi.

Pada masa pandemi ini, Dewi kerap mendapati beberapa desa melakukan karantina mandiri dan tidak diper- kenankan untuk masuk. Otomatis, ia harus meminta izin ke perangkat daerah dengan menjelaskan tujuannya. Ketika bertugas, ia pun menjalankan protokol kesehatan, seperti menggunakan masker, membawa hand sanitizer dan menjaga jarak (physical distancing).

“Kita juga aktif melakukan sosialisasi dengan masyarakat. Jadi misalnya kita ke nasabah A, nasabah A itu punya relasi B C D E. Nanti yang B C D E kita beri sosialisasi pinjaman,” ia mencontohkan.

Penyaluran KUR, sangat membantu masyarakat. Pasalnya, bunga yang dikenakan sangat rendah karena disubsidi oleh pemerintah. Selain itu tidak ada biaya apa pun, seperti biaya administrasi.

Dewi yang menjadi Mantri BRI sejak Januari lalu mengakui pengalamannya sebagai customer service selama tiga tahun dan teller dua tahun adalah bekal dirinya menekuni profesinya saatini. Hal itu membuat dirinya sudah terlatih menghadapi nasabah.

Banyak tantangan yang dihadapi saat melakukan penyaluran kredit. Seperti kondisi lokasi tempat tinggal nasabah yang jauh. “Jadi hambatannya hanya wilayah, terus kalau untuk penyaluran sendiri kebanyakan para calon nasabah lebih berminat ke KUR,” jelasnya.

Sebagai Mantri BRI, dirinya juga didukung dengan program digitalisasi melalui aplikasi BRISPOT. Aplikasi itu biasanya digunakan untuk melihat BI checking nasabah. “Nanti melihat pinjaman nasabah ada di mana. Terus pinjamannya berapa, itu kan kalau dari bank-bank yang masuk ke OJK itu keliatan. Jadi kita lebih selektif,” lanjut dia.

Dewi juga membantu restrukturisasi kredit para debitur dari berbagai sektor usaha yang terdampak covid-19. Program itu sangat membantu menjaga para pedagang untuk bertahan di tengah pandemi. “Kalau saya sendiri itu merestrukturisasi sekitar 200 lebih debitur. Banyak karena yang terdampak karena dekat pasar yang otomatis omset mereka turun.”

Informasi mengenai BANK BRI dapat diakses melalui situs www.bri.co.id. (gan/S1-25)

BERITA TERKAIT