06 July 2020, 00:10 WIB

Permohonan Modal Startup Meningkat


Gana Buana | Ekonomi

PERMOHONAN pemodalan startup diprediksi akan terus meningkat di tengah pandemi covid-19. Itu diduga disebabkan pebisnis melihat potensi baru dalam bisnis berbasiskan ekonomi digital di tengah bisnis konvensional yang mati suri.

Ekonom dan Rektor Universitas Indonesia (UI) Ari Kuncoro menyampaikan, sejak pandemi covid-19 serta pembatasan sosial berskala besar (PSBB), bisnis konvensional terpaksa mati suri atau bahkan tutup. Mulai jasa kuliner hingga pariwisata. “Ini yang lalu memunculkan inisiatif anak muda untuk menciptakan peluang atau bisnis baru di era new normal ini,” ungkap Ari saat dihubungi Media Indonesia, kemarin.

Meski begitu, Ari meyakini, pelaku bisnis yang mengajukan modal bukan perusahaan yang tidak berpengalaman. Perusahaan-perusahaan tersebut merupakan hasil pengembangan bisnis startup yang sudah ada.

“Nah startup itu juga temannya dari startup yang lebih besar, mereka mengembangkan bisnis. Mereka melihat  peluangnya. Dari sisi perbankan, yang punya modal kesempatan pun melihat bisnis baru,” jelas dia.

Karena itu, di masa kenormalan baru, bisnis pengantaran dipastikan tetap ada hingga bisnis pariwisata pun akan diatur. Bahkan telemedicine pun saat ini sudah mulai berlaku. “Sekarang kalau darurat, baru ke rumah sakit, new normal membuka peluang, sedangkan masih banyak pebisnis konvensional yang masih enggan keluar dari zona nyaman mereka,” kata Ari.

Sebelumnya, Kementerian Perindustrian menyebutkan sekitar 60% industri mengalami dampak berat dan 40% lainnya mengalami dampak moderat akibat pandemi covid-19. Dampak yang beragam turut dirasakan industri kreatif dan gaya hidup seperti film, hiburan, dan kuliner.


Industri kreatif

Adanya lonjakan permintaan pembiayaan di tengah pandemi covid-19 kali ini juga diakui PT Likuid Jaya Inovasi (Likuid Projects), perusahaan teknologi finansial penyelenggara inovasi keuangan digital pembiayaan proyek (project fi nancing) yang fokus mendukung industri kreatif dan gaya hidup.

CEO Likuid Projects Kenneth Tali menyatakan, selama pandemi tiga bulan lalu, Likuid Projects mengalami lonjakan permintaan pembiayaan dari para creativepreneur atau calon project owners hingga 300%. Hal ini menandakan industri kreatif sebetulnya memiliki banyak peluang usaha dan potensi untuk sintas.

“Likuid Projects jadi ruang yang strategis agar semakin banyak akses kolaborasi yang terbuka dan nantinya menjadi stimulus agar inovasi dan kreativitas tetap berkembang,” kata dia.

Saat ini, lanjut dia, dari sisi bisnis, Likuid Projects sangat terbuka untuk proyek-proyek terbaru dari berbagai industri kreatif. Pihaknya juga mengharapkan semakin beragamnya proyek-proyek yang bisa didanai turut mendorong minat masyarakat, khususnya generasi muda.

“Kami harap generasi muda yang selama ini jadi konsumen atau fans dari produk-produk industri kreatif untuk mulai berkolaborasi langsung bagi industri ini dengan skema pembiayaan project fi nancing,” kata Kenneth. (S-3)

 

BERITA TERKAIT