05 July 2020, 20:59 WIB

Mensos : Puskesos Garda Depan Pendataan dan Pengaduan Masyarakat


Antara | Humaniora

MENTERI Sosial (Mensos) Juliari P Batubara bersama Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Dr. Tb. H. Ace Hasan Syadzily, M.Si, didampingi Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial, Kementerian Sosial (Kemensos) Edi Suharto  meninjau pelayanan Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos) Desa Sekarwangi, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, Minggu (5/7).

Menteri Sosial dan rombongan yang disambut Bupati Bandung, Dadang M Naser, meninjau pelayanan yang ada di Puskesos Sekarwangi. Salah satu yang dilakukan di Puskesos tersebut adalah pendataan warga yang tidak mampu. Data akan diverifikasi dan divalidasi secara berjenjang, kemudian akan masuk ke DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial).

Mensos Juliari sangat antusias berinteraksi dengan petugas front office dan back office saat melihat mekanisme pendataan keluhan yang sudah ada di Puskesos Sekarwangi.

Selain itu, Mensos juga mengecek aplikasi SIKS-NG (Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial-Next Generation) dan bertanya kepada petugas di Puskesos tersebut tentang DTKS.

"Ada berapa data DTKS-nya ?,"tanya Mensos kepada petugas Puskesos. "Ada 544 Pak, yang sudah dapat program BPNT sebanyak 196," jawab seorang petugas Puskesos

"Di sini keluhan masyarakat memang banyak dari segi kesehatan. Warga rentan yang ingin memeriksakan diri ke rumah sakit tidak punya BPJS Kesehatan, dari situ kita tangani dan rujuk keluhan-keluhan tersebut," ujar petugas Puskesos.

Puskesos Sekarwangi berdiri sejak tahun 2017 yang ditujukan bagi semua warga miskin dan rentan miskin di Desa Sekarwangi. Tujuannya adalah agar warga mendapatkan solusi dari permasalahan sosial dengan penanganan yang cepat.

Dalam melayani masyarakat, Puskesos Sekarwangi dilengkapi peralatan berupa papan alur pengajuan keluhan, papan struktur organisasi, laptop pendataan front office dan back office. (Antara/OL-09)

 

BERITA TERKAIT