05 July 2020, 12:52 WIB

Kanye West Ikut Maju Pencalonan Presiden AS


Haufan Hasyim Salengke | Hiburan

RAPPER sekaligus suami Kim Kadharsian, Kanye West menyatakan pencalonannya sebagai presiden Amerika Serikat. Pengumumannya di Twitter memicu badai media sosial. West, seorang pendukung vokal Presiden Donald Trump, mengumumkan, Sabtu (4/7). Ia akan mencalonkan diri sebagai presiden pada 2020, menjadi penantang kentara bagi Trump dan rivalnya dari Partai Demokrat, mantan Wakil Presiden Joe Biden.

"Kita sekarang harus mewujudkan janji Amerika dengan memercayai Tuhan, menyatukan visi kita dan membangun masa depan kita. Saya mencalonkan diri sebagai presiden Amerika Serikat," ujar West dalam unggahan di Twitter, menambahkan emoji bendera Amerika Serikat dan tagar #2020VISION.

Istrinya, Kim Kardashian West, membalas unggahan West dengan menyertai bendera Amerika Serikat. Dengan hanya empat bulan sebelum hari pemungutan suara pada 3 November, tidak jelas apakah cuitan West serius untuk bersaing atau apakah ia telah mengajukan dokumen resmi untuk tampil di surat suara pemilihan negara bagian. Batas waktu untuk menambahkan calon independen ke surat suara belum lewat di banyak negara bagian.

Pemenang penghargaan Grammy 21 kali, menerima dukungan langsung dari Elon Musk, pemimpin eksekutif pembuat mobil listrik Tesla dan selebriti lain yang dikenal dengan ledakan eksentrik. 

"Anda mendapat dukungan penuh saya!"

West dan istrinya telah mengunjungi Trump di Gedung Putih untuk membahas reformasi penjara. Pada satu pertemuan ganjil pada 2018, West mengenakan topi merah "Make America Great Again" dan mengucapkan kata-kata seperti "keparat". Dia mengatakan Trump membuatnya merasa seperti Superman. Trump memeluk dan mengatakan rasa sukanya kepada Kanye West. 

baca juga: Ronny Tjandra Semakin Produktif Kala Pandemi

Ditanya apakah West bisa menjadi calon presiden masa depan, Trump menjawab, "Sangat mungkin."

West menimpali, "Hanya setelah 2024. Mari kita berhenti mengkhawatirkan masa depan. Yang benar-benar kita miliki adalah hari ini. Kita hanya punya hari ini." (The Guardian/OL-3)
 

BERITA TERKAIT