05 July 2020, 10:25 WIB

Kunjungan Perdana, Menteri Siti Tengok Agroforestri di Majalengka


Zubaedah Hanum | Humaniora

MENTERI Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar mendatangi Majalengka, Jawa Barat, Sabtu (4/7). Dalam foto yang dibagikan di akun Instagram miliknya, Menteri Siti terlihat mengenakan masker dan bertopi hitam, sesuai protokol kesehatan. Ia juga menjaga jarak fisik dengan orang-orang di sekitarnya.

"Ini kunjungan kerja perdana saya dan jajaran di masa transisi ke Majalengka," cuitnya.

Diakui Siti, kunjungannya kali itu adalah untuk melihat lokasi tanaman rehabilitasi hutan dan lahan (RHL) di Desa Pancurendang, di kawasan wisata alam Gunung Karang dan meninjau Balai Diklat Kehutanan Kecamatan Kadipaten Kabupaten Majalengka.

Baca juga : Paludikultur Digadang untuk Restorasi Gambut

Baca juga : Menteri LHK Usulkan Penambahan Anggaran di Tahun 2021

Lokasi yang dikunjungi ini adalah tempat kegiatan pemeliharaan tahun ke-1 (P-1) RHL tahun 2019 di wilayah KPH Majalengka yang memiliki luas 884,25 Hektare.

Di sini dilakukan penanaman dengan pola 'Agroforestri' sehingga jenis tanaman yang ditanam didominasi tanaman penghasil HHBK berupa mangga, alpukat, petai dan jengkol, sedangkan tanaman selanya berupa kopi.

Semua jenis tanaman ini, kata Siti, dalam lima tahun ke depan akan meningkatkan tutupan hutan lindung di Hulu Sub DAS Cilutung DAS Cimanuk. Kemudian hasil tanamannya akan menjadi penghasilan utama bagi masyarakat sekitar.

"Semoga kegiatan ini terus dikembangkan dengan baik sehingga membawa manfaat juga untuk daerah dan warga sekitar," harapnya.

Agroforestri berarti menanam pepohonan di lahan pertanian dimana petani atau masyarakat adalah elemen pokoknya (subyek). Sistem agroforestri diperuntukkan bagi petani yang menggarap lahan hutan milik negara, dengan syarat proses bercocok tanamnya harus berbasis ramah lingkungan. (H-2)

Baca juga : Pemerintah Rancang Aturan Ekonomi Hijau Rendah Karbon

BERITA TERKAIT