05 July 2020, 06:35 WIB

Menang Referendum, Vladimir Putin Jadi Presiden Rusia hingga 2036


DailyMail/Hym/I-1 | Internasional

VLADIMIR Putin telah menandatangani perintah eksekutif amendemen Konstitusi Rusia yang akan memungkinkannya untuk tetap berkuasa hingga 2036.

Presiden Rusia Putin, 67, menuliskan namanya dalam perintah eksekutif, Jumat (3/7) waktu setempat, yang akan mulai berlaku Sabtu (4/7). Amendemen konstitusi yang didukung pemungutan suara nasional itu juga mencakup klausul pernikahan antara pria dan perempuan yang bertujuan mencegah legalisasi gay.

Penandatanganan terjadi setelah Putin mengklaim kemenangan dalam referendum dengan meraup 78% suara di tengah tuduhan kecurangan yang meluas.

Sergey Shpilkin, seorang peneliti pemilihan independen yang terkenal dari Rusia, memperkirakan sebanyak 20 juta surat suara yang diberikan dalam pemungutan suara pada Rabu dipalsukan.

Selama pemilihan presiden terakhir, dia memperkirakan 10 juta suara ialah palsu. “Amendemen mulai berlaku. Amendemen ini mulai berlaku, tanpa melebih-lebihkannya, atas kehendak rakyat,” ujar Putin setelah ia menandatangani perintah eksekutif.

Selain memperpanjang batasan masa jabatan Putin, amendemen juga melarang pernikahan sesama jenis dan menyebutkan kepercayaan pada Tuhan sebagai nilai inti dalam masyarakat Rusia. Namun, Putin menyatakan Rusia tidak mendiskriminasi orang berdasarkan orientasi seksual.

Putin mengusulkan amendemen konstitusi pada Januari dan berkeras masih layak untuk menjabat serta menyerukan jajak pendapat tentang hal itu dan isu-isu nasional lain.

Pemungutan berlangsung di tengah meluasnya laporan tekanan pada pemilih dan penyimpangan lainnya, termasuk pemungutan suara.

Analisis menemukan beberapa kawasan yang melaporkan tingkat partisipasi mendekati 100%. Semakin tinggi jumlah pemilih, semakin besar kemungkinan surat suara yang akan menyetujui perubahan--sangat diyakini surat suara ‘ya’ telah ditambahkan ke kotak suara.

Para kritikus Kremlin mengecam hasil referendum tersebut sebagai pemalsuan dan melemahkan legitimasi amendemen tersebut.

Ketua Komisi Pemilihan Umum Ella Pamfilova menolak klaim kritikus serta mengatakan hasil pemungutan suara itu ‘asli’ dan legitimasinya ‘tidak bisa dibantah’.

Vyacheslav Volodin, juru bicara Duma Negara (majelis rendah parlemen Rusia), mengatakan anggota parlemen akan mulai mengerjakan RUU, tanpa mengambil istirahat musim panas tradisional mereka. (DailyMail/Hym/I-1)

BERITA TERKAIT