05 July 2020, 06:15 WIB

Pesepeda: Jalur Khusus Sepeda Harus Terkoneksi


Astri Novaria | Megapolitan

KEMENTERIAN Perhubungan (Kemenhub) saat ini tengah menggodok aturan mengenai sepeda. Untuk diketahui, jumlah penjualan sepeda mengalami peningkatan tajam selama pandemi Covid-19. Imbasnya, di jalanan berbagai daerah, pengguna sepeda melonjak drastis.

"Kalau mau diatur gue setuju. Dalam artian, contoh paling gampangnya, seperti sepeda harus berada di sebelah kiri, jangan berderet empat pesepeda, itu silakan. Itu hal yang baik sekali," ujar Albertus Prawata, pesepeda yang juga sebagai dosen di sebuah universitas swasta di Jakarta saat berbincang dengan Media Indonesia dalam program Nunggu Sunset bersama Jurnalis Media Indonesia, Astri Novaria, Kamis (2/7).

Baca juga: Pengamat: Pemerintah Perlu Buat UU Khusus New Normal

Aspek lainnya yang menurutnya harus didukung adalah adanya jalur khusus pesepeda. Jalur khusus sepeda, menurut Berto, tidak hanya sekedar butuh banyak secara kuantitas tetapi juga harus dapat menghubungkan satu titik ke titik lainnya. 

"Misalnya, gue tinggal di kawasan timur di Jakarta dan gue berkantor di kawasan pusat Jakarta, yang menghubungkan titik dari timur ke pusat itu tidak ada jalur sepedanya. Tiba-tiba langsung muncul di pusat," paparnya.

Ia juga menilai adalah sebuah kemunduran yang dilakukan pemerintah jika wacana pengenaan pajak pada sepeda benar-benar terjadi. 

"Kalau benar ada wacana itu, keterlaluan. Harusnya kita sudah memikirkan bagaimana cara ke luar angkasa, ini kok sepeda ada pajak segala. Kita mundur ke jaman batu," pungkasnya.

(OL-6)

BERITA TERKAIT