04 July 2020, 19:48 WIB

Presiden Ancam Reshuffle, Agung Laksono: Kita Serahkan ke Beliau


Ardi Teristi | Politik dan Hukum

KETUA Dewan Pakar Partai Golkar Agung Laksono menyebut, pengangkatan dan pergantian menteri merupakan hak prerogatif presiden.

Menurut dia, Presiden Jokowi mengetahui waktu yang tepat untuk mengganti atau mempertahankan para pembantunya.

"Beliau (presiden) punya parameter sendiri, kita serahkan ke beliau,"  terang Agung di Bantul, Sabtu (4/7).

Baca juga: Wakil Ketum Golkar Puji Kinerja Menko Airlangga Hartarto

Menurut dia, ucapan Presiden Jokowi yang mengancam reshuffle kabinet hendaknya menjadi pemicu para kabinet agar bekerja lebih optimal dan maksimal.

Agung menilai, langkah pemerintah sudah tepat dalam penanganan covid-19. Di satu sisi, pemerintah berusaha keras menghindarkan masyarakat dari virus korona. Di sisi lain, pemerintah berusaha keras membangkitkan perekonimian negara.

Baca juga: Ini Pidato Presiden Jokowi Memarahi Pejabat tidak Sense of Crisis

Dia pun meminta, menteri terkait maupun pemerintah daerah segera meluncurkan anggaran untuk membatu perekonomian agar kebijakan pemerintah bisa berjalan dengan baik.

Baca juga: Pengamat: Jokowi Marah Boleh, tapi Reshuffle Sekarang tak Ideal

Presiden Joko Widodo mengancam akan melakukan tindakan tegas kepada menteri-menteri yang dianggap tidak bekerja dan memimpin instansi dengan baik terutama dalam upaya membantu percepatan penanganan covid-19.

Ancaman tersebut dilontarkan dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta pada 18 Juni.

"Tindakan-tindakan yang extraordinary keras akan saya lakukan. Bisa saja membubarkan lembaga. Bisa saja reshuffle. Sudah kepikiran kemana-mana saya," tegas Jokowi. (X-15)
 

BERITA TERKAIT