04 July 2020, 19:34 WIB

Dukung Belajar Daring, Pemerintah Harus Bantu Biaya Internet


Dhika Kusuma Winata | Humaniora

FORUM Rektor Indonesia (FRI) meminta pemerintah untuk meringankan beban biaya internet untuk pembelajaran daring. Selama pandemi covid-19, dosen dan mahasiswa harus menanggung biaya tambahan berupa akses internet.

Pemerintah direkomendasikan untuk membebaskan biaya internet terkait pembelajaran daring. Ini menjadi tanggung jawab negara di masa pandemi.

"Dalam masa pandemi ini, pemerintah diharapkan membantu mahasiswa dan dosen dalam proses pendidikan. Dengan membebaskan atau paling tidak menanggung biaya penggunaan internet mahasiswa dan dosen," ujar Ketua FRI, Yos Johan Utama, dalam konferensi virtual, Sabtu (4/7).

Baca juga: Jokowi: Pendidikan Daring akan Jadi Next Normal

Pemerintah dinilai memiliki kewenangan, sumber daya dan visi dalam membantu perguruan tinggi yang kesulitan beradaptasi pembelajaran daring. Tidak hanya membuat regulasi dan target pendidikan, pemerintah juga harus membiayai kebijakan.

Dalam kesempatan itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim, mengatakan pemerintah berkomitmen membantu perguruan tinggi. Kementerian telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 1 triliun untuk mengurangi beban mahasiswa di masa pandemi.

Anggaran itu diperuntukkan meringankan uang kuliah tunggal (UKT) bagi mahasiswa yang ekonominya terdampak pandemi covid-19.

"Dana ini untuk memastikan mahasiswa yang riskan tidak bisa membayar UKT. Sehingga, bisa melanjutkan dan lulus dari angkatan mereka. Ini salah satu bentuk yang secara tidak langsung membantu mereka untuk pembelajaran jarak jauh," papar Nadiem.(OL-11)

 

BERITA TERKAIT