04 July 2020, 18:56 WIB

FKUB Jatim Aktif Ajak Masyarakat Tegakkan Protokol Kesehatan


RO/Micom | Nusantara

GUBERNUR Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jawa Timur yang aktif dalam menjadi juru bicara penegakan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran covid-19 di masyarakat Jawa Timur.

Hal itu diungkapkan Khofifah saat menerima FKUB Jatim yang menyampaikan aspirasi mereka menolak Rancangan Undang Undang Haluan Ideologi Pancasila (HIP) di Surabaya, Jumat (3/7) malam.

Menurutnya, semangat FKUB Jawa Timur dalam menyampaikan pendapat, adalah bentuk penegakan nilai demokrasi yang harus terus dikembangkan.

“Saya mengapresiasi apa yang menjadi sikap moral dari FKUB Jawa Timur. Bahwa tiga poin semangat yang disampaikan FKUB Jatim ini adalah semangat menjaga persatuan, menjaga nilai Pancasila dan ingin menjaga warga masyarakat Jawa Timur tetap rukun dan damai,” kata Khofifah usai pertemuan.

Tiga poin sikap moral FKUB Jatim tersebut menyatakan sikap terkait RUU HIP, persiapan pilkada serentan lanjutan di Jawa Timur, serta persiapan new normal.

Khofifah menyebutkan Menkopolhukam Mahfud MD saat berkunjung ke Jatim mengatakan bahwa RUU HIP sudah dikembalikan pemerintah keDPR RI. Presiden RI Joko Widodo memutuskan untuk menunda pembahasan RUU HIP tersebut dan fokus untuk menangani pandemi covid-19.

“RUU yang merupakan  usulan dari DPR RI tersebut diputuskan presiden untuk ditunda agar dilakukan diskusi-diskusi di ruang masyarakat lebih dulu. Pemerintah akan fokus dulu menangani pandemi,” kata Khofifah mengutip penjelasan Menkopolhukam.

Pemerintah pusat pun tidak bisa membatalkan RUU HIP demi menjaga semangat demokrasi yang menjadi landasan pemerintah ini berjalan.

FKUB Jatim juga menghendaki agar semua komponen anak bangsa memusatkan segala tenaga dan pikiran, daya serta upaya untuk mengurangi pandemi covid-19 dengan semua dampaknya.

“Ini penting, bahwa tokoh agama harus memiliki rasa yang sama untuk terlibat aktif  dalam menanggulangi pandemi covid-19. Tokoh agama adalah speaker kuat di masyarakat, yang kami inginkan agar tokoh agama  turut aktif  menyosialisasikan penegakan protokol kesehatan saat transisi menuju new normal,” kata Khofifah.

Sebab selama vaksin covid-19 belum ditemukan maka vaksin terbaik adalah disiplin  menegakkan protokol kesehatan. Yaitu dengan mengenakan masker setiap keluar rumah, menjaga jarak yang aman  dan juga membiasakan diri untuk melakukan pola hidup bersih dan sehat melalui rajin cuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun. (J-1)

BERITA TERKAIT