04 July 2020, 16:30 WIB

Biaya Perjalanan Melonjak Gara-gara Rapid Test


Insi Nantika Jelita | Megapolitan

BERSAMA anaknya, Sri Astuti menunggu keberangkatan kereta api (KA) jarak jauh di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat. Ia mengatakan sudah mempersiapkan segala persyaratan untuk pulang ke daerah asalnya di Kediri, Jawa Timur.

Berprofesi sebagai asisten rumah tangga (ART) yang bekerja di salah satu rumah di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, Sri mengaku menghabiskan hampir Rp2 juta untuk mengurus perjalanan pulang kampungnya.

Uang tersebut digunakan untuk pembelian tiket kereta bersama anaknya dan pemeriksaan rapid test, sebagai salah satu syarat untuk naik KA jarak jauh.

"Tiketnya Rp630 ribu. Itu untuk saya sendiri. Saya mau ke Stasiun Kertosono. Untuk rapid test itu Rp700 ribu untuk dua orang dengan anaknya, jadi Rp350 ribu sendiri. Ini aturan pemerintah, mau gimana lagi," ujar Sri kepada Media Indonesia saat ditemui di Stasiun Gambir, Jakarta, Sabtu (4/7).

Total dana yang dihabiskan dari dua tiket kereta api jarak jauh dengan kelas ekonomi masing-masing harga Rp630 ribu menjadi Rp1,26 juta dan pemeriksaan rapid test Rp700 ribu untuk dua orang menjadi Rp1,96 juta atau Rp980 ribu per orang.

Untuk tiket KA jarak jauh, jika diakses di tiketkai.com terlihat ada berbagai macam harga tiket untuk perjalanan ke Surabaya. Misalnya untuk keberangkatan besok (5/7) ke Stasiun Gubeng, Surabaya, KAI menyediakan tiket sebesar Rp850 ribu untuk kelas ekonomi dengan kategori kereta Turangga Luxury.

Lalu untuk kategori kereta Turangga, tiket dijual Rp630 ribu. Yang Rp680 ribu dan Rp530 ribu sudah tidak tersedia.

Untuk persyaratan naik kereta api jarak jauh, Sri mengaku tidak menerima kesulitan yang berarti. Ia banyak mencari informasi untuk mengetahui syarat-syarat apa saja yang harus dipenuhi dirinya untuk kembali ke rumah asalnya di Kediri.

Pada Jumat (3/7), Sri pergi lakukan pemeriksaan rapid test di salah satu rumah sakit. Setelah itu pergi bertemu Ketua RT dan RW untuk mendapatkan keterangan pengurusan Surat Izin Keluar Masuk (SIKM). Setelah itu ia mengakases website corona.jakarta.go.id untuk mendapatkan SIKM.

"Nunggu satu jam sudah selesai urus SIKM-nya. Kalau rapid test sekitar setengah jam lebih. Kalau sudah dipersiapkan dengan baik, ini cukup mudah urus tiket kereta jarak jauh ini," terang Ibu yang berumur 51 tahun ini.

Sementara itu, Kepala humas PT KAI Daop 1 Jakarta Eva Chairunisa mengungkapkan, hari ini ada 27 orang yang dijadwalkan pergi naik KA jarak jauh dari Stasiun Gambir.

"Namun, yang tidak jadi naik ada 16 orang. Mereka tidak memiliki SIKM dan surat keterangan rapid test," ungka Eva saat dikonfirmasi

Mulai Jumat (3/7), KA Turangga relasi Stasiun Gambir-Bandung-Surabaya Gubeng dan KA Kertajaya relasi Stasiun Pasar Senen-Surabaya Pasarturi. Perjalanan KA Turangga dan KA Kertajaya hanya beroperasi setiap akhir pekan, yaitu pada tanggal 3, 4, 5, 10, 11,12, 17,18, 19, 24, 25, 26, 30 dan 31 Juli 2020. (OL-4)

BERITA TERKAIT