04 July 2020, 15:55 WIB

Malang Berstatus Zona Merah, Warga Masih Suka Nongkrong


Bagus Suryo | Nusantara

WARGA Kota Malang, Jawa Timur, masih banyak yang nongkrong di masa pandemi. Tindakan itu jelas melanggar aturan jaga jarak untuk mencegah penularan covid-19.

Pemerintah Kota Malang bersama TNI dan Polri pun gencar melakukan operasi gabungan. Pada Jumat (3/7) malam, petugas membubarkan warga yang masih nongkrong sampai larut malam. Sekaligus, memberikan sosialisasi protokol kesehatan terhadap pemilik warung.

Dua tim menyisir bagian barat dan timur Kota Malang. Tim barat menyisiri wilayah Jalan Kahuripan bergerak menuju Jalan Ijen, Jalan Jakarta, Jalan Kawi dan kawasan Lembah Dieng. Sementara itu, tim timur menyisir stasiun Kota Baru, kawasan Jalan Bengawan Solo, Sulfat, Sawojajar, Ranugrati dan Rampal.

Dalam operasi gabungan, petugas melakukan rapid test terhadap 134 orang. Pemerintah setempat menggencarkan rapid test lantaran Malang berstatus zona merah.

Baca juga: Pemkot Malang Tingkatkan Anggaran Penanganan Covid-19

Per 3 Juli, kasus positif covid-19 di Malang tercatat 234 orang. Kasus kematian akibat covid-19 mencapai 18 orang dan 151 orang dirawat. Adapun orang tanpa gejala (OTG) tercatat 784.

"Ini sangat mengkhawatirkan. Saya bersama Pak Kapolresta, Pak Dandim hari ini mendisiplinkan masyarakat, termasuk kegiatan rapid test," ujar Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko, Jumat (3/7) malam.

Operasi gabungan juga dihadiri Kapolres Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata, serta Dandim 0833 Kota Malang Letkol Inf. Tommy Anderson. Lebih lanjut, Edi meminta masyarakat untuk mematuhi protokol pencegahan covid-19. Seperti, menggunakan masker, jaga jarak dan menerapkan pola hidup sehat.(OL-11)

 

BERITA TERKAIT