04 July 2020, 15:29 WIB

Mendikbud Ingin Permanenkan PJJ, DPRD DKI: Mustahil


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

WAKIL Ketua DPRD DKI Jakarta, Zita Anjani, mengkritisi pernyataan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim, yang menyebut pembelajaran jarak jauh (PJJ) bisa dipermanenkan pascapandemi covid-19.

Zita menilai metode belajar jarak jauh yang dijalankan selama pandemi belum maksimal. Serta, membutuhkan banyak perbaikan. Namun, Mendikbud malah memandang sistem itu bisa dipermanenkan.

"Saya pikir Mas Nadiem ini orang yang sangat paham keadaan bangsa, karakter anak-anak kita bagaimana. Harusnya melek dulu sebelum memunculkan niat permanenkan belajar jarak jauh," papar Zita, Sabtu (4/7).

Baca juga: Dampak Pandemi, Kualitas Pendidikan Alami Penurunan

Meski Jakarta memiliki kualitas pendidikan yang lebih baik dibandingkan derah lain, namun pelaksanaan pembelajaran jarak jauh tetap harus dievaluasi. Sebab, sistem tersebut bergantung pada jaringan internet. Zita turut mengkritisi sejumlah daerah yang kesulitan mengakses internet.

"Indonesia ada 62 daerah tertinggal. CORE memperkirakan penduduk miskin bertambah menjadi 30,8 juta jiwa selama pademi. Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menyatakan penduduk yang melek teknologi hanya 64,8%. Itu artinya ada 92,99 juta penduduk yang gagap teknologi,” tukasnya.

“Dengan keadaan seperti ini harusnya Mendikbud paham. Mustahil PJJ dipermanenkan. Masih banyak PR yang harus diselesaikan terlebih dahulu," imbuhnya.

Baca juga: Empat Tahun Zonasi, Kualitas Pendidikan tak Kunjung Merata

Kendati demikian, dia mengapresiasi jalan pikiran Mendikbud yang sangat maju. Namun, Mendikbud diminta lebih realistis dengan kondisi penduduk di Indonesia.

"Di Amerika Serikat dan Singapura, yang kualitas guru dan infrastrukturnya sudah memadai untuk jarak jauh, tetap terapkan pembelajaran tatap muka. Bukan masalah mampunya, tapi efisiensinya," jelas Zita.

Dia mengungkapkan sempat mengirim surat terbuka untuk Mendikbud sebelum penerapan PJJ di masa pandemi. Dia membagi wacana pembelajaran jarak jauh dalam empat metode, yakni Online Guided Distance Learning (ODGL), Suport Guided Home Learning (SGHL), Suport Guided Comunity Learning (SGCL) dan New Normal School.(OL-11)

 

BERITA TERKAIT