05 July 2020, 06:05 WIB

10 Fakta tentang Listeria, Bakteri Pencemar Jamur Enoki


Zubaedah Hanum | Humaniora

KARENA tercemar bakteri Listeria Monocytogenes, pemerintah Republik Indonesia telah memerintahkan pada importir untuk melakukan penarikan dan pemusnahan produk jamur enoki dari Green Co Ltd asal Korea Selatan.

Langkah itu ditempuh, seusai menerima informasi dari International Food Safety Authority Network (INFOSAN), jaringan otoritas keamanan pangan internasional di bawah FAO/WHO, terkait Kejadian Luar Biasa (KLB) pada Maret-April 2020 di Amerika Serikat, Kanada, dan Australia, akibat mengkonsumsi jamur enoki asal Korsel.

Berikut ini beberapa fakta mengenai bakteri Listeria.

1. Bukan hanya mencemari jamur enoki
Sebelum jamur enoki, bakteri Listeria juga pernah menggegerkan masyarakat karena mengontaminasi produk lainnya, seperti apel impor jenis Apel Gala dan Granny Smith pada Februari 2020 dan buah rock melon asal Australia pada Maret 2018.

2. Selain buah, juga mencemari produk susu, daging mentah dan sayur
Peneliti mikrobiologi Pusat Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Iwan Saskiawan menjelaskan, bakteri L monocytogenes adalah jenis bakteri patogen yang banyak mencemari produk olahan berbahan dasar susu dan turunannya seperti keju, es krim dan yoghurt.
"Selain itu, sejumlah penelitian terkini juga menunjukkan bahwa bakteri ini dapat mengkontaminasi daging mentah dan sayuran," ujarnya, seperti dikutip dari laman LIPI, Minggu (5/7).

3. Parasit yang berbahaya
Sebagai bakteri patogen atau parasit, Listeria monocytogenes memang berbahaya dan perlu pencegahan secara total untuk menghindari kontaminasi yang berdampak pada kesehatan.

“Penyakit yang disebabkan oleh bakteri ini disebut dengan listeriosis yang ditandai dengan gejala demam tinggi, sakit kepala, pegal, mual, sakit perut dan diare,” kata Iwan.

4. Mati pada suhu 75 derajat Celcius
Menurut Iwan, pencegahan secara total untuk menghindari kontaminasi bakteri Listeria monocytogenesis sulit untuk dilakukan. Namun, melalui pencucian yang sempurna dengan air yang mengalir serta pengolahan melalui pemanasan dan penyimpanan dengan benar, umumnya jamur enoki aman untuk dikonsumsi karena bakteri ini akan mati pada suhu 75 derajat celsius.

5. Bergerak dengan flagella
Dikutip dari laman kemkes.go.id, bakteri Listeria monocytogenes diklasifikasikan sebagai bakteri gram-positif, dan bergerak menggunakan flagella (alat gerak berbentuk cambuk).

6. Ditemukan di 37 spesies mamalia
Bakteri ini juga telah ditemukan pada setidaknya 37 spesies mamalia serta pada setidaknya 17 spesies burung, dan mungkin pada beberapa spesies ikan dan kerang.

7. Berdiam di tanah
Bakteri ini terdistribusi luas dilingkungan, dapat ditemukan di tanah, pakan ternak yang dibuat dari daun-daunan hijau yang diawetkan dengan fermentasi (silage), dan sumber-sumber alami lainnya seperti feses ternak.

Baca juga : Masyarakat Diimbau Setop Konsumsi Jamur Enoki asal Korea Selatan

8. Kuat terhadap panas, asam, garam dan pembekuan
Sebagai bakteri yang tidak membentuk spora, L monocytogenes sangat kuat dan tahan terhadap panas, asam, dan garam. Bakteri ini juga tahan pembekuan dan dapat tetap tumbuh pada suhu 4o derajat Celcius, khususnya pada makanan yang disimpan di lemari pendingin. Bakteri L monocytogenes juga membentuk biofilm, yakni terbentuknya lapisan lendir pada permukaan makanan.

9. Menyebabkan keguguran pada ibu hamil
Bakteri Listeria bisa menyebabkan infeksi serius dan fatal pada bayi, anak-anak, orang sakit dan lanjut usia, serta orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Pada ibu hamil, infeksi Listeria dapat menyebabkan keguguran.

10. Listeriosis muncul 3-70 Hari setelah terinfeksi
Gejala Listeriosis dapat muncul kapan saja antara 3-70 hari pasca infeksi bakteri Listeria, rata-rata biasanya sekitar 21 hari. Gejala umumnya, yaitu demam, nyeri otot, disertai mual atau diare (kurang umum). Jika infeksi menyebar ke sistem saraf pusat (SSP), gejala dapat mencakup sakit kepala, kaku pada leher, bingung, kehilangan keseimbangan, dan terkadang mengalami kejang. (H-2)

BERITA TERKAIT