04 July 2020, 12:25 WIB

Bupati Sikka Minta Sekolah Terima Siswa, Urusan Uang Belakangan


Gabriel Langga | Nusantara

BIAYA masuk sekolah negeri terutama di tingkat SMA/SMK di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur mendapatkan keluhan dari sejumlah orang tua atau wali.

Pasalnya biaya masuk pendidikan dinilai sangat memberatkan calon siswa baru tahun ajaran 2020/2021.

Baca juga: Gubernur Ganjar tak Beri Ampun Calon Siswa Tipu Data

Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo mengaku tiap hari didatangi sejumlah orangtua siswa yang mengeluhkan biaya masuk bagi calon siswa baru sangat mahal di tingkat SMA/SMK untuk tahun ajaran baru 2020/2021.

"Tiap hari, orangtua datang kepada saya mengeluh soal biaya masuk SMA/SMK bagi anak-anak mereka sangat mahal," ungkap Fransiskus kepada Media Indonesia di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Jumat (3/7).

Fransiskus mengaku menelepon Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat. Mengingat sekolah SMA/SMK menjadi wewenang provinsi.

"Saya langsung telepon bapak Gubernur NTT dan bilang kepada beliau bahwa, bapak Gubernur yang saya hormati, kalau keadaan begini, nanti banyak putra-putri Kabupaten Sikka tidak bisa melanjutkan ke tingkat SMA/SMK. Saya minta bapak Gubernur, untuk biaya masuk pertama dilonggarkan, kalau bisa sampai November, baru bisa dilunaskan. Jangan pernah menolak anak-anak kita yang ingin melanjutkan studi. Bapak Gubernur NTT langsung menjawab kepada saya, baik Bupati Sikka, ini kita tindaklanjuti," papar Fransiskus.

Baca juga: Tenaga Honorer RSUD Suradadi Tegal dapat Bantuan Sembako

Fransiskus langsung mengunjungi beberapa sekolah SMA/SMK untuk menyampaikan agar jangan memaksa orangtua untuk melunasi biaya masuk sekolah bagi calon siswa baru.

"Saya minta kepada kepala sekolah SMA/SMK untuk terima dulu calon siswa baru. Nanti urusan keuangan diatur oleh pemerintah," ucap Fransiskus.

Dia menyampaikan, setiap anak harus diberi kesempatan sekolah. Jangan karena biaya masuk sekolah itu mahal, anak-anak kita tidak sekolah.

Baginya sekolah itu instrumen paling penting dalam membangun bangsa dan negara ini, sehingga setiap anak harus diberi kesempatan untuk bersekolah.

"Biaya pendidikan itu tanggung jawab bersama. Jangan pernah menolak calon siswa atau siswa karena tidak membayar uang sekolah. Landasan membangun bangsa ini dengan sekolah. Mengapa kita persulit anak-anak mau masuk sekolah," pungkasnya. (X-15)

BERITA TERKAIT