04 July 2020, 10:07 WIB

Program Merdeka Belajar Episode 5 Fokus Bentuk Guru Penggerak


Gana Buana | Humaniora

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim meluncurkan program merdeka belajar episode 5. Program merdeka belajar lanjutan ini fokus mencetak guru penggerak sebagai pendorong transformasi pendidikan di Indonesia.

"Siapkan diri Anda dan siapkan guru-guru terbaik di sekolah Anda untuk bergabung menjadi Guru Penggerak," kata Nadiem dalam peluncuran program medeka belajar episode 5 secara virtual, Jumat (3/7).

Nadiem mengatakan, program Guru Penggerak berfokus pada pedagogi, serta berpusat pada murid dan pengembangan holistik, pelatihan yang menekankan pada kepemimpinan instruksional melalui on-the-job coaching, pendekatan formatif dan berbasis pengembangan, serta kolaboratif dengan pendekatan sekolah menyeluruh. Pelatihan kepemimpinan sekolah baru diawali dengan rekrutmen calon Guru Penggerak.

"Selanjutnya dilakukan pelatihan Guru Penggerak dengan mengikuti lokakarya pada fase pertama dan pendampingan pada fase kedua," kata dia.

Baca Juga:  Guru Penggerak Ciptakan Pembelajaran yang Berpusat pada Murid

Direktur Jenderal GTK, Iwan Syahril, menjelaskan proses pendidikan dan penilaian Guru Penggerak berbasis dampak dan bukti. Sehingga, bisa lebih reflektif berbasis data dan analisis serta relevan dalam konteks. Jadi, setelah itu bisa langsung diaplikasikan di sekolah.

"Proses kepemimpinan sangat penting dan dalam proses pengembangan kepemimpinan ini, kami berkaca dari berbagai macam studi dan pendekatan andragogi atau pembelajaran orang dewasa bahwa kita harus lebih fokus kepada on the job learning. Artinya, pembelajaran yang relevan dan kontekstual sehingga memberi dampak sebaik-baiknya," imbuh Iwan.

Terdapat tiga modul pelatihan. Paket Pertama adalah Paradigma dan Visi Guru Penggerak dengan materi refleksi filosofi pendidikan Indonesia – Ki Hadjar Dewantara, nilai-nilai dan visi Guru Penggerak, dan membangun budaya positif di Sekolah. Paket Kedua adalah Praktik Pembelajaran yang Berpihak pada Murid dengan materi pembelajaran berdiferensiasi, pembelajaran sosial dan emosional, dan pelatihan (coaching). Paket Ketiga adalah Kepemimpinan Pembelajaran dalam Pembelajaran dalam Pengembangan Sekolah berisi materi tentang pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran, pemimpin dalam pengelolaan sumber daya, dan pengelolaan program sekolah yang berdampak pada murid.

Baca Juga: Guru Penggerak Indonesia Maju

Melalui visi Merdeka Belajar, Guru Penggerak diharapkan dapat mencetak sebanyak mungkin agen-agen transformasi dalam ekosistem pendidikan yang mampu menghasilkan murid-murid berkompetensi global dan berkarakter Pancasila, mampu mendorong transformasi pendidikan Indonesia, mendorong peningkatan prestasi akademik murid, mengajar dengan kreatif, dan mengembangkan diri secara aktif. Guru Penggerak bisa berperan lebih dari peran guru saat ini.

Kepala Sekolah SDN 9 Masohi, Maluku Tengah Mariance Wila Dida menyampaikan, awal dirinya menjadi penggerak untuk mewujudkan sekolah ramah anak di Masohi, Maluku Tengah hanya segelintir guru yang mendukung. Namun, semangatnya untuk menciptakan lingkungan ramah anak di sekolah tidak pernah putus.

"Banyak tidak sadar koneksi antara sekolah yang menyenangkan dan pembelajaran. Sekolah yang menyenangkan itu yg senang-senang aja tidak ada pembelajaran. Padahal psikologi anak yang merasa aman saat belajar bisa menampung informasi yang didapat," jelas dia.

Baca Juga: Telah Dibuka Seleksi Pendamping dan Fasilitator Guru Penggerak

Wanita yang akrab disapa An ini mengatakan, setelah menjalani penerapan disiplin positif dan pembelajaran aktif berpusat pada murid, Ia melihat dampak positif pada guru dan murid. Hasilnya murid dapat menyelesaikan konflik tanpa kekerasan, saling menyapa, bersemangat dan mandiri belajar.

Kepala Sekolah SMAN 1 Bali Mandara Nyoman Darta menyampaikan, percaya bahwa semua anak memiliki potensi itu adalah hal yang wajib. Pihaknya sejak lama menanamlan rasa percaya diri pada potensi diri tiap anak agar para peserta didik mampu memaksimalkan diri tanpa batasan.

"Ini tugas kita sebagai pendidik, peserta didik harus yakin, tantangan apapun mampu dihadapi, mau miskin, kaya sama saja, sehingga peserta didik dari SMAN 1 Bali Mandara banyak yang kuliah di perguruan tinggi terbaik di Indonesia hinhga luar negeri," tandas dia. (Gan)

BERITA TERKAIT