04 July 2020, 10:03 WIB

Bupati Luwu Utara Tanam Benih Padi, Dorong Kemandirian Petani


mediaindonesia.com | Ekonomi

Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani beserta rombongan melakukan tanam padi di Desa Tarobok, Kecamatan Baebunta. Dengan menggunakan mesin tanam atau rice transplanter, Bupati Indah mulai menanam benih padi di lahan penangkaran benih kerja sama antara Pemkab Luwu Utara, Universitas Hassanudin, dan Perusahaan asal Taiwan.

Selain kegiatan tanam padi Indah sapaan bupati wanita pertama di Provinsi Sulsel ini memberikan sejumlah bantuan alat pertanian seperti 3 unit traktor roda dua, 1 unit traktor roda empat, 1 unit combine harvester, 2 unit pompa air, 1 unit power theser, serta benih padi 1,2 ton benih padi kepada beberapa kelompok tani yang tersebar di beberapa kecamatan.

Indah berharap dengan bantuan yang diberikan ini dapat meningkatkan sektor pertanian di Kabupaten Luwu khususnya di bidang penangkaran benih. “Selama ini benih padi banyak didatangkan dari luar Luwu Utara. Dengan adanya penangkaran ini, kita bisa lebih mudah memperoleh benih padi unggul berkualitas secara mandiri,” tutur Indah.

Baca Juga: Tingkatkan Pengawasan Benih, Kementan Gunakan QR Code

Indah sangat menyadari betul bahwa saat pandemik wabah Covid 19 seperti sekarang sektor pertanian lah yang mampu bertahan. Hal ini bukan tanpa alasan dikarenakan 80% mayoritas masyarakat Luwu Utara bergerak pada sektor pertanian.

Berdasarkan data BPS, luas lahan sawah di Luwu Utara tahun 2019 mencapai 28.970,9 hektare, dengan luas tanam 49.005,8 hektar dan luas panen 46.008,8 hektare. Produksi padi mencapai 262.955,39 ton gabah kering panen (GKP) dengan provitas 5,85 ton per hektare dan surplus beras mencapai 90.601,75 ton pada 2019.

"Terima kasih kepada seluruh stakeholder yang terlibat dalam program ini, termasuk kepada para penyuluh pertanian kita yang telah bekerja keras mendampingi petani di lapangan," ucap Indah. "Terus terang, saya belajar banyak dari teman-teman penyuluh pertanian. Sekali lagi, semoga program ini bisa membawa Luwu Utara menuju terwujudnya kedaulatan pangan."

Baca Juga: Bantul Genjot Percepatan Tanam Korporasi Benih Padi

Di tempat terpisah, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi mengapresiasi kinerja Bupati Indah di sektor pertanian. Senada dengan Bupati Indah, Suwandi pun mengamini bahwa sektor pertanian lah yang paling mampu bertahan di saat pandemi seperti sekarang.

“Setiap daerah berbasis pertanian harus mampu tetap berproduksi untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakatnya, karena ke depan dunia pun akan melakukan hal yang sama demi ketahanan pangan negaranya,” tutur Suwandi. Masa pandemi saat ini setidaknya dijadikan kesadaran kita bahwa ketahanan pangan hal yang harus kita dukung secara penuh.''

Baca Juga: Genjot Mutu Benih Padi, Kementan Kembangkan Metode Perbenihan

Untuk memenuhi kebutuhan pangan 267 juta penduduk Indonesia, Kementerian Pertanian menargetkan luas tambah tanam padi periode April-September sebesar 5,6 juta hektare. Untuk mendukung capaian tersebut, Kementan telah menyiapkan langkah-langkah strategis seperti Gerakan Percepatan Olah Tanah (GPOT) di daerah sentra produksi padi. GPOT ini juga sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau yang diperkirakan sekitar Agustus ini.

Suwandi optimistis saat semua kepala daerah bergerak bersama bukan tidak mungkin target produksi beras nasional akan tercapai sehingga stok beras nasional aman hingga akhir tahun 2020. (RO/OL-10)

BERITA TERKAIT