04 July 2020, 07:40 WIB

Narkoba Jenis Baru dari Hutan Amazon Disita


(Ykb/Tri/J-3) | Megapolitan

DIMETILTRIPTAMINA merupakan narkoba jenis baru yang berasal dari hutan Amazon, Brasil. Barang haram yang termasuk asing di Indonesia ini dapat menimbulkan efek halusinasi bagi penggunanya.

Narkoba berbentuk serbuk kulit kayu seberat 1.538 gram itu masuk ke Kantor Pos Pasar Baru, Jakarta Pusat, melalui jasa pengiriman dari Belanda.

"Kita baru temukan sekarang. Ini adalah jenis narkotika alami berasal dari tumbuhtumbuhan," kata Deputi Pemberantasan Badan Narkotika Nasional Irjen Arman Depari seusai acara pemusnahan barang bukti narkotika di Kantor BNN, Jakarta, kemarin.

Menurut dia, dimetiltriptamina biasa digunakan dalam upacara spiritual dan praktik perdukunan di Brasil. Dalam kegiatan yang disaksikan Kepala BNN Komjen Heru Winarko dan Menteri Sosial RI Juliari P Batubara itu, paket dimetiltriptamina juga ikut dimusnahkan bersama barang bukti narkotika golongan satu lainnya.

Seluruh narkoba yang dimusnahkan, terang Heru, merupakan hasil pengungkapan dari beberapa kasus. Barang bukti tersebut, antara lain sabu seberat 86.623 gram, 80.430 butir ekstasi, tembakau gorila seberat 211 gram, dan 1.538 gram dimetiltriptamina.

Heru menyebut barang bukti itu disita selama masa pandemi covid-19 melalui jasa ekspedisi. Salah satunya ialah sabu seberat 55 gram di Kantor Pos Pasar Baru pada Februari lalu. "Begitu juga dengan kasus pada 8 April 2020, petugas mengamankan tembakau gorila seberat kurang lebih 105 gram di regulated agent Tiki Tangerang dan tidak ada tersangka," ujar Heru.

Mensos Juliari P Batubara menambahkan bahwa pihaknya memiliki kaitan yang erat dengan BNN, khususnya dalam fungsi rehabilitasi. Sejauh ini, imbuhnya, ada lima balai rehabilitasi sosial napza yang berada di bawah naungan Kemensos. "Saya sudah minta kepada Dirjen Rehsos, ke depan kita ajak BNN jika ada perbaikan-perbaikan balai Kemensos sehingga sesuai dengan standar BNN," pungkasnya. (Ykb/Tri/J-3)

BERITA TERKAIT