03 July 2020, 18:10 WIB

Geliat Dunia Industri Musik Indonesia di Tengah Pandemi


Antara | Hiburan

PERKEMBANGAN industri musik di dunia saat ini memang menuntut perubahan. Para pemusik dan juga stake holder terkait pun dipaksa untuk menyesuaikan diri ketika terjadi pergeseran industri musik dari konvensional menjadi digital.

Perubahan industri musik itu tidak urung melahirkan para pemusik muda di Tanah Air. Sebagian dari mereka yang tidak puas dengan industri musim di Tanah Air atau ingin mengembangkan sayap pun mencoba peruntungan dengan bergabung dengan label musik dunia.

Di tengah perubahan itulah Music Kece Indonesia lahir.  Mereka memberi kesempatan bagi para pemusik milenial untuk mengembangkan dan menyalurkan bakat.

Seperti diungkapan pendiri label tersebut, Aan Story. Dengan jumlah penduduk yang padat dan multisuku, Indonesia Indonesia banyak menyimpan pemusik-pemusik muda berbakat dari Sabang sampai Merauke. Potensi itulah yang ingin mereka garap. Dia percaya industri hiburan Indonesia, khususnya musik akan berkibar kembali seusai pandemi covid-19.

“Kami percaya musik Indonesia akan bangkit dan berjaya lagi pascapandemi. Musik Kece Indonesia berdiri sejak 2018 di bawah naungan Kece Entertainment. Meski bisa dibilang label rekaman baru, tapi mampu mengorbitkan penyanyi-penyanyi hebat yang dapat diperhitungkan dalam jagat musik Tanah Air," ujar Aan Story, Jumat (4/7).

Menurut pria kelahiran Makassar, Sulawesi Selatan, 4 Februari 1991 itu,
pengalamannya bekerja sama dengan beberapa artis melalui perusahaan hiburan membuat dirinya yakin bisa membantu para pemusik muda dan membantu membangkitkan musik Indonesia.

"Saya sempat menjadi produser artis terkenal Indonesia seperti Raffi Ahmad, Nagita Slavina, Prilly Latuconsina, Steffi Zamora, Syifa Hadju, Alika, Kesha Ratuliu, Aldy Maldini, Amel Carla, Syahnaz Sadiqah. Hal ini semakin menambah kepercayaan diri," cetus Aan Story.
 
Melalui Music Kece Indonesia Aan Story juga dianugerahi rekor MURI, atas pencipta lagu yang hasil Karyanya Dinyanyikan Secara Kolaborasi oleh Figur Nasional Terbanyak di Jakarta pada (20/4) lalu.

“Melalui kolaborasi oleh Figur Nasional Terbanyak, saya sebagai pengarang lagu ingin memberikan impact positif di tengah wabah pandemi covid 19 ini. Akhirnya saya bersama tim bergerakan mengumpulkan teman-teman. Kita ajak mereka untuk berkolaborasi. Saya membuat satu buah lagu yang berjudul Semua Kan Berlalu. Lagu untuk tenaga medis di rumah sakit. Sebagai bentuk semangat bagi mereka. Alhamdulillah mendapat apresiasi dari rekor MURI," tuturnya. (Ant/A-1)

BERITA TERKAIT