04 July 2020, 06:55 WIB

Menjadi Leverkusen atau Neverkusen


Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group | Sepak Bola

BUNDESLIGA mu-sim kompetisi 2019/2020 pekan lalu telah berakhir. Mimpi Bayer Lever-kusen bisa tampil di Liga Champions musim mendatang sirna sudah. Kemenangan 1-0 atas Mainz di pertandingan terakhir tidak mampu menyelamatkan harapan tim asuhan Peter Bosz mendapatkan tiket ke ajang Liga Champions.

Kemenangan 2-1 yang diraih Borussia Moenchengladbach atas Hertha Berlin membuyarkan ha rapan Leverkusen untuk lolos ke kompetisi an-tarklub tertinggi di Eropa.

Leverkusen kalah dua poin dari Gladbach untuk menjadi klub keempat Jerman yang berhak tampil di Liga Champions musim mendatang.

Satu-satunya harapan Leverkusen untuk berkip-rah di kompetisi antarklub Eropa musim mendatang tinggal terletak di ajang Piala DFB-Pokal. Namun, syaratnya mereka harus menjadi juara agar bisa menjadi wakil Jerman di ajang Piala UEFA.

Pertandingan Sabtu (4/7) malam ini di Stadion Olimpiade Berlin bukanlah partai mudah. Leverkusen harus menaklukkan raksasa Bayern Muenchen yang memastikan diri untuk kedelapan kalinya berturut-turut menjuarai Bundesliga.

Bosz sangat sadar pertandingan malam ini merupakan hari penentuan, judgement day. Lars Bender hanya tinggal punya dua pilihan; mau tegak berdiri sebagai ‘Leverkusen’ atau tertunduk lesu sebagai ‘Neverkusen’ karena tidak pernah menjadi yang terbaik.

Leverkusen baru sekali bisa mengangkat Piala DFB-Pokal dari empat kali kesempatan tampil di final. Mereka sukses menjadi juara pada 1993 atau 27 tahun yang lalu.

Pada dua kesempatan lainnya, mereka digagalkan Schalke pada 2002 dan dikalahkan Werder Bremen pada 2009.

Untuk pertama kalinya tahun ini, Leverkusen bertemu Die Roten di final Piala DFB-Pokal. Bayern Muenchen sendiri tercatat 19 kali menjuarai ajang ini dari 23 kesempatan tampil di pertandingan puncak.

Habis-habisan

Sadar akan peluang terakhirnya dan tidak ingin berubah menjadi ‘Bayer Neverkusen’, Bosz memilih bermain habis-habisan malam ini. Kebetulan semua pemain terbaik yang ia miliki dalam kondisi fit dan siap untuk diturunkan.

Pemain senior Kevin Volland akan turun sejak menit pertama. Gebrakan Volland di awal pertandingan sering mengejutkan lawan. Pada pertandingan terakhir melawan Mainz, gol tunggal Leverkusen di cetak pemain bertubuh gempal ini pada menit kedua.

Bintang muda Kai Havertz yang tidak bisa tampil saat Leverkusen menghadapi Bayern pada akhir pertan-dingan Bundesliga kali ini siap menopang Volland sebagai second striker. Pemain berusia 21 tahun dengan tinggi badan 1,89 m itu dijuluki alleskoenner sebab ia bisa melakukan apa saja. Ia begitu tenang ketika sedang bermain di lapangan dan umpan-umpan yang disodorkannya pun selalu matang bagi rekan-rekannya.

Bagi Havertz, pertandingan malam ini menjadi penentu juga apakah Bayern jadi me-narik dirinya atau tidak pada musim mendatang. FC Hollywood berharap bisa me-narik pemain muda yang gaya bermainnya seperti Zinedine Zidane itu, tapi terkendala oleh bandrol harga 100 juta pound sterling yang ditetapkan Leverkusen.

“Tidak ada pemain yang akan dilepas sebelum berakhirnya semua pertandingan di musim ini,” tegas mantan bintang Jerman Rudi Voeller yang kini menjadi bos besar Leverkusen.

Untuk menopang serangan dari sayap, Bosz memilih menempatkan Leon Bailey bermain dari kiri, sementara Moussa Diaby beroperasi dari kanan. Bailey bisa mengejutkan Bayern karena saat Leverkusen memecundangi Die Roten 2-1 pada akhir Desember tahun lalu, dua gol kemenangan Leverkusen diciptakan pemain asal Jamaika itu.

Dengan pola 4-2-3-1 yang diterapkan pelatih asal Belanda, Leverkusen mengandalkan Charles Aranguiz dan Julian Baumgartlinger sebagai jangkar. Kedisplinan dua gelandang bertahan ini menjadi penentu ketangguhan Die Werkself untuk bisa menahan gempuran pemain Bayern.

Kehadiran kapten kesebelasan Lars Bender menambah keyakinan Bosz untuk bisa mengalahkan sang juara bertahan. Bersama kembarannya, Sven Bender, Lars tidak hanya diharapkan bisa menggalang barisan pertahanan, tetapi juga bisa memanfaatkan peluang tendangan pojok yang didapatkan.

Pemain muda asal Burkina Faso Edmond Tapsoba akan berduet bersama Sven Bender sebagai centerback. Sementara itu, pemain asal Belanda Daley Sinkgraven akan menjadi duet Lars Bender dengan mengisi posisi bek kiri.

Kiper Lukas Hradecky diharapkan bisa belajar saat kebobolan empat kali oleh pemain Bayern pada pertandingan terakhir. Penjaga gawang asal Slovakia ini perlu menampilkan permainan terbaik untuk bisa membawa Leverkusen mengejutkan Die Roten.

Lawan diri sendiri

Dengan superioritas yang dimiliki, Bayern sulit tertahankan untuk mengulangi sukses merebut dua gelar seperti musim lalu. Dieter-Hans Flick sukses membuat Bayern belum terkalahkan sepanjang pertandingan 2020 ini.

Malam ini pun Bayern sulit untuk bisa ditahan Leverkusen. Satu yang bisa mengalahkan Die Roten ialah dirinya sendiri. Kalau para pemain merasa su-dah menang sebelum bertanding, Manuel Neuer dan kawan-kawan bersiap menelan pil pahitnya yang pertama.

Oleh karena itu, langkah yang dilakukan Hansi Flick ialah meminta semua pe-mainnya konsentrasi dan serius bermain. Mantan asisten pelatih Jerman Joachim Loew itu mengancam membangkucadangkan pemain yang tidak serius mempersiapkan diri.

Pulihnya Thiago Alcantara dari cedera membuat Hansi Flick mempunyai lebih banyak alternatif. Namun, ia memilih tidak menggantikan susunan terbaik yang ia miliki. Dengan prinsip ‘don’t change a winning team’, ia menurunkan Joshua Kimmich dan Leon Goretzka sebagai dua pilar di tengah.

Secara bergantian, mereka akan menjadi penyuplai bola bagi Serge Gnabry yang beraksi dari sayap kiri dan Kingsley Coman yang bermain di kanan. Ujung tombak Robert Lewandowski tinggal menunggu umpan matang dari kedua pemain sayap itu atau menerima bola dari pengumpan terbaik Bundesliga, Thomas Mueller.

Dengan 21 assists yang dilakukan Mueller di musim kompetisi ini, ia menjadi peng-umpan terbaik di Bundesliga. Mueller memecahkan rekor 20 kali assistsyang dibuat Kevin de Bruyne saat bermain.

BERITA TERKAIT