04 July 2020, 06:15 WIB

Covid-19 Negatif, Hendrisman Lanjut Bersidang


Rifaldi Putra Irianto | Politik dan Hukum

TERDAKWA kasus korupsi PT Asuransi Jiwasraya Hendrisman Rahim negatif terinfeksi virus korona (covid-19). Hasil pemeriksaan itu menggunakan metode reaksi berantai polimerase (PCR).

“Hasil PCR yang bersangkutan negatif,” kata Humas Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Bambang Nurcahyono, di Jakarta, kemarin. Persidangan Hendrisman akan kembali dilanjutkan pada Senin, (6/7). Sebelumnya, sidang Hendrisman ditunda akibat hasil tes cepatnya reaktif covid-19.

Hal itu membuat majelis hakim Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta menunda persidangan.

“Jadi, betul tadi persidangan ditunda karena yang bersangkutan baru rapid test (tes cepat) dan hasilnya adalah reaktif,” kata Bambang.

Sehari sebelumnya, tim jaksa penyidik pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung RI, kembali memeriksa 5 orang saksi terkait perkara tindak pidana korupsi dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi pada PT Asuransi Jiwasraya.

“Kelima saksi diperlukan untuk mengetahui bagaimana proses jual beli saham dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi pada PT Asuransi Jiwasraya melalui nama saksi dan atau perusahaan sekuritas para saksi guna membuktikan kesalahan para tersangka,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Hari Setiyono, Jakarta, Kamis, (2/7) malam.

“Saksi-saksi yang diperiksa atau diminta keterangannya, yaitu Direktur PT Ciptadana Asset Management (PT CAM) Tenno Tinodo, Direktur Utama PT CAM Rianty Komarudin, Direktur PT Trimegah Securitas Indonesia (PT TSI) David Agus, Direktur PT TSI Syafrianda Armand Saleh, dan Catherine selaku no mine,” ucap Hari.

Kejaksaan Agung telah menetapkan satu tersangka baru yang merupakan pejabat aktif pada lembaga Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait perkara tersebut. Dalam penetapannya itu dijelaskan tersangka Fakhri Hilmi atau disingkat (FH) memiliki keterkaitan dengan pengelolaan keuangan yang dilakukan di PT Asuransi Jiwasraya.

Selain Fakhri, ada enam tersangka lain yang telah terlebih dahulu ditetapkan. Mereka ialah Direktur Utama PT Hanson International Benny Tjokrosaputro, Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Heru Hidayat, mantan Direktur Keuangan PT Asuransi Jiwasraya Hary Prasetyo.

Selain itu, ada mantan Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya Hendrisman Rahim, eks Kepala Divisi Investasi dan Keuangan pada PT Asuransi Jiwasraya Syahmirwan, serta Direktur PT Maxima Integra Joko Hartono Tirto. Keenam orang tersebut telah mulai menjalani persidangan. (Medcom/Rif/P-2)

BERITA TERKAIT