04 July 2020, 05:50 WIB

BNPT Komit Perjuangkan Hak Penyintas


Cahya Mulyana | Politik dan Hukum

TERORISME merupakan kejahatan kemanusiaan yang tidak hanya mengancam stabilitas dan keamanan negara, tetapi juga sangat berdampak terhadap kehidupan para penyintas atau korban. Tidak hanya kerugian fisik dan materiel, para penyintas juga menderita trauma yang mendalam.

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) berkomitmen untuk membuktikan bahwa negara hadir untuk melindungi dan mendukung penyintas tindak pidana terorisme. Berbagai upaya telah dilaksanakan oleh BNPT yang bekerja sama dengan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) RI melalui berbagai pendampingan, seperti layanan psikososial, pemberian bantuan medis, rehabilitasi, dan kompensasi.

Kepala BNPT Komjen Boy Rafli Amar menekankan bahwa kewajiban negara melindungi para penyintas harus seiring dengan keikutsertaan masyarakat dalam mendukung pemulihan penyintas.

“Ini sudah menjadi tugas dan kewajiban kita, meningkatkan rasa kepedulian masyarakat untuk memberikan dukungan kepada penyintas. Dengan kami mencoba mengikutsertakan masyarakat luas, rasa memiliki masyarakat sedang kita tumbuhkan bahwa kejahatan terorisme itu berdampak yang sangat tidak baik terhadap masyarakat,” ungkap Boy dalam keterangan resmi, kemarin.

Pelibatan masyarakat secara luas didorong antara lain melalui silaturahim BNPT dengan penyintas tindak pidana terorisme dan pemangku kepentingan lainnya, Kamis (2/7).

Hadir Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) RI Brigjen (Purn) Achmadi dan Susilaningtias, perwakilan penyintas terorisme Tony Soemarno, dan Natalia Sutrisno Tjahja yang merupakan pendiri Maria Monique Last Wish Foundation, lembaga yang menaruh kepedulian terhadap penyintas.

Silaturahim ini, ungkap Kepala BNPT, diharapkan menjadi contoh agar masyarakat luas juga dapat menaruh kepedulian bagi para penyintas. Untuk itu, Kepala BNPT sangat berterima kasih jika ada organisasi masyarakat atau individu yang dapat ikut membantu para penyintas, baik berupa dukungan moral maupun materiel.

Menurut Boy, tumbuhnya kepedulian-kepedulian di tengah masyarakat kepada penyin tas tidak hanya akan menjadi simbol solidaritas menanggulangi terorisme bersama, tetapi juga dapat meningkatkan daya cegah dan daya tangkal masyarakat terhadap kejahatan tindak pidana terorisme.

Sependapat dengan Kepala BNPT, Achmadi mengungkapkan dalam melaksanakan tugas dan wewenang dalam perlindungan saksi dan korban, LPSK akan terus bersinergi dengan semua pihak. LPSK tidak hanya bermitra dengan BNPT, tetapi juga dengan masyarakat luas. (Cah/P-2)

BERITA TERKAIT