04 July 2020, 05:30 WIB

Tarik Turis Perlu Protokol Kesehatan


AT/PO/JL/N-3 | Nusantara

SEJUMLAH objek wisata yang banyak dikunjungi wisatawan mancanegara sudah mulai beroperasi kembali, termasuk candi Borobudur, Pramba­nan, dan Ratu Boko. Namun, tidak mudah menarik minat wisatawan mancanegara kembali berkunjung ke objek wisata tersebut.

Kepala Pusat Studi Pariwisata (Puspar) UGM Prof Janianton Damanik mengatakan wisatawan mancanegara sangat memperhatikan keamanan, terutama di kala pandemi covid-19. “Seberapa tinggi komitmen kita untuk menjalankan protokol kesehatan saat new normal itu sangat penting,” jelasnya dalam siaran pers, kemarin.

Kalau protokol kesehatan dijalankan dengan disiplin, wisman akan tertarik untuk datang.

Oleh sebab itu, selain menyiapkan sarana dan prasarana protokol kesehatan, edukasi kepada masyarakat agar disiplin menerapkan covid-19 harus terus dilakukan. Tanpa kedisiplinan masyarakat menjalankan protokol, sulit untuk menarik wisman kembali berwisata ke Tanah Air di masa pandemi covid-19.

Upaya menghidupkan kembali sektor pariwisata juga dilakukan Pemerintah Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. Di provinsi itu, pariwisata merupakan sebagai salah satu sektor unggulan di masa kenormalan baru.

Sejumlah kegiatan mulai digelar untuk memastikan para pelaku usaha di sektor ini benar-benar siap menjalankan usaha mereka. Kegiatan yang dilakukan ialah mempersiapkan para pemandu wisata untuk mempromosikan destinasi wisata dan menggelar pelatihan manajemen pondok wisata (homestay).

Wali Kota Kupang, Jefirstson Riwu Kore, mengatakan pariwisata Kota Kupang mengalami tantangan yang cukup berat selama tiga bulan belakangan ini akibat pandemi covid-19.

“Aktivitas sektor pariwisata mengalami kevakuman karena harus menyesuaikan dengan pembatasan-pembatasan sosial yang diberlakukan pemerintah guna mempersempit ruang gerak penularan korona,” katanya, kemarin.

Di Kabupaten Manggarai Barat, NTT, pemerintah kabupaten setempat menggratiskan tiket masuk bagi wisatawan, baik domestik maupun asing, ke sejumlah lokasi wisata khusus di wilayah daratan Manggarai Barat. Namun, tiket gratis tersebut tidak termasuk Taman Nasional Komodo (TNK).

Hal itu dilakukan demi menarik lebih banyak minat wisatawan berkunjung ke daerah itu. Pemberlakuan tiket gratis tersebut mengacu pada surat keputusan Bupati Manggarai Barat, Agustinus Ch Dula, nomor 128/kep/HK/2020 yang berlaku sejak awal Juli hingga 31 Juli mendatang. (AT/PO/JL/N-3)

BERITA TERKAIT