03 July 2020, 17:06 WIB

Didemo Mahasiswa, Bupati Lanjutkan Izin Pabrik Semen


Yohanes Manasye | Nusantara

RENCANA kehadiran pabrik semen di Luwuk dan tambang batu gamping di Lengko Lolok masih ditentang sejumlah pihak. Demonstrasi penolakan kehadiran investasi tersebut terus bergulir di Jakarta, Kupang, dan Manggarai Timur.

Pada Kamis (2/7), puluhan mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) dan Gerakan Mahasiswa Nasionalis Indonesia (GMNI) menggelar demonstrasi di Borong, Manggarai Timur. Mahasiswa sempat diadang aparat Polres Manggarai Timur, namun akhirnya mereka diizinkan untuk menyampaikan langsung aspirasi kepada Bupati Agas Andreas.

Baca juga: Bupati Manggarai Timur Apresiasi Petisi Tolak Pabrik Semen

Ketua GMNI Ruteng Ricky Joman mengatakan kehadiran tambang dan pabrik semen tersebut menggusur lahan produktif pertanian dan peternakan serta menggusur masyarakat adat dan kebudayaannya. Ia mengatakan saat ini investor terus berusaha membujuk masyarakat dengan janji-janji kesejahteraan dan menyediakan lapangan kerja. Padahal, pabrik sesungguhnya hanya membutuhkan tenaga kerja yang memiliki keahlian.

Ketua PMKRI Ruteng Hendrikus Mandela meminta Pemkab Manggarai Timur untuk mengembangkan pariwisata alam dan budaya mengingat Desa Satar Punda memiliki keindahan alam sebagaimana kawasan pantai utara Flores lainnya.

Selain pariwisata, Hendrikus juga meminta pemerintah untuk memberikan edukasi bertani, berkebun, dan beternak agar masyarakat bisa memaksimalkan sektor-sektor tersebut.

Baca juga: Warga Diaspora Manggarai Surati Gubernur NTT dan Bupati

Meski mendapat penolakan, Bupati Agas Andreas mengatakan pihaknya akan terus memproses tahapan perizinan seperti izin lokasi dan melakukan analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal). Ia meyakini kehadiran pabrik semen disertai penambangan bahan baku batu gamping di wilayah itu akan mendongkrak perekonomian warga dan daerah itu. (X-15)

 

 

BERITA TERKAIT