03 July 2020, 14:40 WIB

Tak Ada Transaksi Tiket Harian Berjaminan Tiap Senin di 2 Stasiun


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

Pada masa pandemi covid-19 ini, salah satu perilaku konsumen yang lebih menjamin keamanan dan kesehatan adalah bertransaksi non-tunai atau menggunakan uang elektronik. Dalam menggunakan Kereta Rel Listrik (KRL), perilaku ini dapat diikuti dengan menggunakan Kartu Multi Trip (KMT), kartu uang elektronik bank, atau tiket dengan kode QR.

"Guna meminimalisir risiko kesehatan dari transaksi dengan uang tunai dan untuk meminimalisir antrean pengguna, maka mulai Senin 13 Juli 2020 Stasiun Bogor dan Cilebut akan menjadi Stasiun Khusus KMT, di mana pada tahap awal ini pemberlakuan stasiun KMT di Stasiun Bogor dan Cilebut akan diberlakukan pada setiap hari Senin," kata VP Corporate Corporate Communication PT KCI Anne Purba, Jumat (3/7).

Dengan kebijakan ini, layanan tiket di Stasiun Bogor dan Cilebut hanya dapat menerima transaksi dengan menggunakan KMT, kartu uang elektronik bank, atau tiket dengan kode QR melalui Link Aja. Para pengguna KRL yang bertransaksi dengan Tiket Harian Berjaminan (THB) dengan tujuan Stasiun Bogor masih dapat keluar dari gate elektronik stasiun.

Layanan refund atau pengembalian uang jaminan masih akan dilayani di Stasiun Bogor dan Cilebut. Mereka yang menggunakan THB Pergi Pulang (PP) juga masih dapat melakukan perjalanan kembali dari kedua stasiun tersebut.

Namun di Stasiun Bogor dan Stasiun Cilebut mulai 13 Juli 2020 dan di setiap hari Senin tidak ada layanan pembelian atau isi ulang THB.

Stasiun Cilebut dan Bogor merupakan dua stasiun dengan volume pengguna KRL yang cukup tinggi. Pada Senin 29 Juni lalu misalnya, Stasiun Bogor melayani 18.120 pengguna KRL. Sementara Stasiun Cilebut melayani 9.434 pengguna KRL. Dari jumlah pengguna tersebut, pada hari kerja jumlah pengguna KMT, kartu uang elektronik bank, dan tiket kode QR mencapai 65% dari seluruh transaksi di kedua stasiun.

Sejalan dengan peningkatan volume pengguna KRL secara umum pada masa PSBB transisi ini, jumlah pengguna di kedua stasiun tersebut juga meningkat, sehingga antrean semakin panjang. Dengan menggunakan KMT atau kartu uang elektronik lainnya, pengguna tidak perlu mengantre dua kali, yaitu antre isi ulang atau membeli THB dan kemudian antre menuju masuk gate elektronik stasiun.

Untuk mengurai antrean ini, KCI tetap akan menyediakan tambahan tiga loket portabel di area parkir Stasiun Bogor, selain loket yang tersedia di hall stasiun. Loket akan melayani pengembalian uang jaminan THB, isi ulang KMT, dan pembelian perdana KMT.

Baca juga: Jalur Zonasi Bina RW tidak Selesaikan Polemik PPDB

KMT saat ini dijual dengan harga Rp30.000 sudah termasuk saldo Rp10.000. KMT juga memiliki masa garansi selama tujuh hari sejak pembelian.

"Di Stasiun Bogor juga tersedia empat unit vending machine KMT yang dapat melayani transaksi isi ulang. PT KCI mengingatkan agar pengguna dapat mengisi ulang KMT dengan saldo yang mencukupi agar tidak perlu melakukan isi ulang setiap hari," ujar Anne.

PT KCI beharap para pengguna KRL yang masih menggunakan THB dapat menyesuaikan dengan kebijakan baru ini. Sebelum berlaku pada 13 Juli, petugas juga akan melakukan sosialisasi secara konsisten mengenai perubahan Bogor dan Cilebut menjadi stasiun khusus KMT ini yang akan diberlakukan di setiap hari Senin.

"Dengan memperbanyak transaksi non tunai, akan mengurangi risiko terpapar covid-19 dari uang yang sangat sering berpindah tangan," jelas Anne. (OL-14)

 

 

BERITA TERKAIT