03 July 2020, 10:43 WIB

Rupiah Melemah akibat Kasus Covid-19 yang Terus Melonjak


Antara | Ekonomi

NILAI tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat (3/7) pagi melemah 121 poin atau 0,84% menjadi Rp14.499 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.378 per dolar AS. Hal ini dikarenakan tertekan kasus positif covid-19 yang terus meningkat.

"Sentimen negatif masih membayangi pergerakan aset berisiko. Pasar khawatir dengan penularan covid-19 yang terus meninggi," kata Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra di Jakarta, Jumat (3/7).

Sejumlah aktivitas ekonomi dibatasi atau ditutup kembali di beberapa negara lantaran kasus penularan covid-19 meninggi seperti di Amerika Serikat, Tiongkok, Jerman, Korsel, dan lainnya.

Baca juga:  Ekonom: Rupiah Cenderung Mengalami Penurunan

Di Indonesia, kasus positif covid-19 juga masih meningkat dengan laju yang kurang lebih sama. Sementara itu ketegangan hubungan antara AS dan Tiongkok dengan disetujuinya UU pemberian sanksi ke pejabat Tiongkok yang menyetujui UU keamanan Hong Kong oleh Kongres AS, juga menambah sentimen negatif.

Menurut Ariston, rupiah masih berpeluang melemah hari ini dengan sentimen negatif tersebut.

"Di sisi lain membaiknya data tenaga kerja AS Non-Farm Payroll semalam yang memberikan sentimen positif ke aset berisiko, bisa menahan pelemahan rupiah tidak terlalu dalam," ujar Ariston.

Ariston memperkirakan rupiah berpotensi bergerak di kisaran Rp14.250 per dolar AS hingga Rp14.430 per dolar AS.

Pada Kamis (2/7) lalu, rupiah melemah 95 poin atau 0,67% menjadi Rp14.378 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.283 per dolar AS.(OL-5)

BERITA TERKAIT