03 July 2020, 08:05 WIB

Covid-19 Belum Usai, Pemkot Banjarmasin Larang THM Beroperasi


Denny Susanto | Nusantara

Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarmasin masih melarang operasional tempat hiburan malam (THM) di wilayah tersebut menyusul kondisi pandemi virus covid-19 yang belum berakhir. Kota Banjarmasin masuk kategori zona hitam penyebaran virus covid-19.

Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina menegaskan pihaknya belum menerbitkan izin yang mengizinkan THM beroperasi.

"Pandemi covid-19 belum berakhir. Kota Banjarmasin masih dalam proses menuju fase new normal. Di sisi lain, beroperasinya THM di masa pandemi covid-19 mendapat pertentangan masyarakat," kata Ibnu, Jumat (3/7).

Ibnu juga mengatakan dirinya telah meminta Satpol PP Banjarmasin untuk menertibkan THM (diskotik, pub, karaoke, rumah biliar, dan sejenisnya) yang melanggar ketentuan dan berani beroperasi. Larangan THM beroperasi ini diatur dalam Surat Edaran Nomor 556/535/Pengpar/Disbudpar tertanggal 31 Maret 2020 tentang penutupan/penghentian operasional sementara dalam rangka mengantisipasi kewaspadaan covid-19 di Banjarmasin.

 
Namun, Pemkot Banjarmasin telah mengizinkan beroperasinya pusat perekonomian masyarakat termasuk hotel dan mal. "Saya ingatkan agar masyarakat dapat mematuhi protokol kesehatan agar pandemi virus covid-19 dapat diatasi," lanjutnya.

Kota Banjarmasin menempati urutan tertinggi penyebaran virus covid-19 di Kalimantan Selatan (Kalsel) dan masuk kategori zona hitam. Jumlah kasus positif covid-19 di Banjarmasin saat ini mencapai 1.432. Pasien meninggal dunia sebanyak 120 orang.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Covid-19 Kalsel mencatat jumlah kasus positif virus covid-19 di Kalsel sudah mencapai 3.337. Ada tambahan 114 kasus dari hari sebelumnya.

Hingga kini jumlah pasien sembuh 861 orang dan meninggal dunia 192 orang. Lalu, jumlah pasien yang menjalani perawatan 2.284 orang.

Selain Banjarmasin, jumlah penderita covid-19 terbanyak berasal dari Kabupaten Banjar 342 orang, Kabupaten Tanah Laut 268 orang, dan Kabupaten Barito Kuala 264 orang. (OL-14)

BERITA TERKAIT