03 July 2020, 09:00 WIB

Malware Mengintai Situs Streaming Film Ilegal


Abdillah Marzuqi | Weekend

Bagi yang sering menonton film gratis, berhati-hatilah terhadap malware dari situs web aliran (streaming) video gratis karena sering mengandung malware yang disamarkan sebagai file video.

Perusahaan keamanan siber McAfee merilis adanya kemungkinan situs web penyedia film ilegal mengandung malware yang disamarkan sebagai file video bajakan.

Mereka juga menetapkan 10 acara televisi daring dan film bajakan yang paling banyak diduga mengandung malware. Biasanya, film tersebut bisa diunduh ataupun diputar langsung secara gratis dari internet, di luar situs distribusi resminya. Pengunduh file video itu berisiko terinfeksi malware yang dapat membahayakan privasi dan kata sandi yang tersimpan di perangkat mereka.

Yang lebih mengkhawatirkan, malware itu mengancam perangkat lunak pada semua jenis perangkat, seperti komputer, ponsel pintar, bahkan kotak TV Android.

"Periode pemutus sirkuit mencatat adanya lonjakan akses video daring ketika Singapura beralih ke platform hiburan alternatif. Itu menciptakan kesempatan untuk kejahatan dunia maya," kata Kepala Pelayanan Konsumen McAfee di Asia Tenggara, Shashwat Khandelwal, sebagaimana dilansir straitstimes.com.

Setengah dari 10 acara televisi yang ditargetkan oleh penjahat siber adalah produksi Netflix.

10 daftar teratas film dan acara televisi itu disisir dari 90 judul konten hiburan yang dipublikasikan di Singapura. Judul itu dipadu dengan pencarian yang mengandung kata 'unduh gratis' dan 'torrent'. Rilis itu juga mencatat sekitar 1.000 situs web penyedia konten ilegal.

Manajer perusahaan keamanan siber HackerOne, Chua Bo Si, menyarankan agar mempertimbangkan ulang ketika hendak mematikan fitur keamanan daring. Pengguna juga dianjurkan hanya menginstal aplikasi atau perangkat lunak dari sumber terpercaya, serta tidak sembarangan menginstal ekstensi peramban.

Sedangkan Yeo Siang Tiong dari Kaspersky mengatakan agar pengakses layanan aliran (streaming) menggunakan layanan yang sah, memperhatikan ekstensi file yang diunduh, dan menghindari mengklik pada tautan mencurigakan pada tampilan awal film.

Berdasarkan data dari Media Partners Asia, Netflix memperoleh 15,8 juta pelanggan baru dari Januari hingga Maret 2020. Dua kali lipat dari perkiraan sebelumnya. Rata-rata menit yang dihabiskan setiap minggu juga meningkat 115% pada Januari-April pada empat negara di Asia Tenggara yakni Indonesia, Filipina, Singapura, dan Thailand.

Data itu juga mencatat pembajakan film global meningkat lebih dari 33% ketika pemerintah memberlakukan pembatasan aktivitas di luar rumah. 

 

10 Judul Film Teratas yang Menjadi Target

1. The Invisible Man

2. My Spy

3. The Way Back

4. Bloodshot

5. Gretel & Hansel

6. Frozen 2

7. Jumanji

8. Birds Of Prey

9. The Gentlemen

10. Trolls World Tour

 

10 Acara Televisi Teratas yang Menjadi Target

1. Brooklyn Nine-Nine

2. Daredevil

3. Sherlock

4. Ozark

5. Babylon Berlin

6. Dare Me

7. Toy Boy

8. Beastars

9. Star Wars

10. The Circle (M-2) 

BERITA TERKAIT